TVRINews, Sidoarjo
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, mendukung pengembangan program literasi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya, Medaeng, Kabupaten Sidoarjo. Program tersebut dinilai mampu membangun pola pikir positif, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dukungan itu disampaikan saat Kusnali mengunjungi Rutan Kelas I Surabaya, Kamis, 25 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, beserta jajaran untuk meninjau perpustakaan rutan yang baru diresmikan pada Mei 2026.
Perpustakaan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan melalui budaya membaca. Koleksi bukunya beragam, mulai dari edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, psikologi, pengembangan diri, hingga biografi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto.
Kusnali mengapresiasi hadirnya perpustakaan tersebut. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga media pembinaan yang efektif bagi warga binaan.
“Ini adalah bentuk pembinaan dan bagaimana kita membangun pola piker yang positif selain untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas warga binaan,“ ucap Kusnali, Kamis 25 Juni 2026.
Selain menyediakan fasilitas perpustakaan, Rutan Kelas I Surabaya juga menjalankan Program Literasi Pemasyarakatan yang wajib diikuti seluruh warga binaan. Program ini bertujuan membiasakan budaya membaca sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.
Rutan juga menyiapkan inovasi berupa penerapan sanksi edukatif bagi warga binaan yang melanggar tata tertib. Mereka akan menjalani kegiatan di perpustakaan, seperti membaca buku, membuat rangkuman isi bacaan, atau menulis esai yang selanjutnya dievaluasi petugas.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan dukungan Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program literasi. Rutan juga berencana menambah koleksi buku dan memperluas kerja sama dengan berbagai kalangan agar bahan bacaan semakin beragam.
“Program ini akan terus kita kembangkan dan berharap bisa bermanfaat membina warga binaan kita. Dukungan semua pihak sangat kita harapkan terutama untuk menambah jumlah koleksi buku bacaan, sementara antuasis warga binaan cukup tinggi memiliki fasilitas perpustakaan,” kata Tristiantoro.
Melalui pembinaan berbasis literasi, Rutan Kelas I Surabaya berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal ilmu pengetahuan, perubahan pola pikir, dan karakter yang lebih baik sehingga siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.










