TVRINews, Pamekasan
Demam Piala Dunia turut menyelimuti Kampung Mayang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Warga mengubah kampung pesisir tersebut menjadi "Kampung Piala Dunia" dengan memasang beragam atribut sepak bola dari berbagai negara.
Suasana kampung tampak semarak. Bendera negara peserta, jersey pemain, hingga ornamen tokoh-tokoh sepak bola dunia menghiasi hampir setiap sudut kampung. Nuansa pesta sepak bola terasa begitu kental dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Euforia tersebut dinikmati seluruh kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua mengenakan atribut sepak bola dan berkumpul untuk merayakan pesta olahraga paling bergengsi di dunia itu.
Mukhlis, penggagas Kampung Bola Desa Branta, mengatakan tradisi menghias kampung telah dimulai sejak Piala Dunia 2018 di Rusia dan terus dipertahankan hingga penyelenggaraan Piala Dunia yang digelar di Benua Amerika.
“Demam Piala Dunia dengan memasang berbagai bendera peserta dan pernak-perniknya ini telah dimulai sejak tahun 2018. Saat itu gelaran Piala Dunia berlangsung di Rusia. Sejak saat itu, warga tak pernah absen menyambut pesta bola sedunia dengan berbagai atribut hingga saat ini yang digelar di Benua Amerika,” ujar Mukhlis, penggagas kampung bola Desa Branta, Jumat, 26 Juni 2026.
Mukhlis menambahkan seluruh dekorasi dan atribut yang menghiasi kampung berasal dari swadaya masyarakat.
“ Semua adalah bantuan dari warga sendiri, karena mereka sangat menintai sepak bola. Apalagi saat ini gegap gempita bola juga terasa dimana-mana, “ ucapnya.
Selain menghias kampung, warga juga menggelar nonton bareng (nobar) menggunakan layar lebar yang disiapkan sebagai tempat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan.
Antusiasme warga bahkan membuat sebagian nelayan memilih menyesuaikan aktivitas mereka. Demi menikmati suasana Piala Dunia bersama warga lainnya, sejumlah nelayan rela tidak melaut saat pertandingan berlangsung.
“ Kita memilih nonton sampai tidak melaut hanya untuk nobar , “ tegas Syafi’i, fans Argentina.
Bagi warga Kampung Mayang, Piala Dunia bukan sekadar ajang pertandingan sepak bola. Momentum ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat kekompakan warga, sekaligus menghidupkan suasana kampung pesisir dengan semangat olahraga dunia.










