TVRINews, Surabaya
Sebanyak 20 balita dari berbagai daerah dijadwalkan menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis di RS Premier Surabaya.
Tindakan medis tersebut merupakan bagian dari Program Penanggulangan Craniofacial hasil kolaborasi Yayasan Surabaya CLP Center, RS Premier Surabaya, dan tim medis ahli dengan dukungan penuh YWP.
Kerja sama lintas lembaga itu resmi ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 24 Juni 2026 di Surabaya.
Para penerima manfaat merupakan anak-anak berusia dua bulan hingga tiga tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu dan selama ini kesulitan memperoleh layanan operasi karena keterbatasan biaya.
Ketua Tim Medis Ahli Yayasan CLP Center Mohamad Saifudin menjelaskan bahwa masa balita merupakan golden period yang sangat penting untuk menangani kelainan bawaan tersebut.
"Bibir sumbing dan celah langit-langit bukan sekadar persoalan estetika. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat mengganggu fungsi makan, bicara, dan pendengaran anak sehingga berujung pada keterlambatan tumbuh kembang," ujarnya.
Program penanggulangan craniofacial ini bukan yang pertama kali dilaksanakan. Sejak 2008, program serupa telah membantu lebih dari 200 anak di Indonesia mendapatkan akses operasi yang sebelumnya sulit dijangkau akibat keterbatasan ekonomi.
Pada tahun ini, RS Premier Surabaya menyiapkan fasilitas kamar operasi lengkap beserta ruang pemulihan khusus pasien anak untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar keselamatan medis.
Selain operasi, program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh, pendampingan medis selama masa rawat inap, serta edukasi kepada orang tua mengenai perawatan pascaoperasi.
Direktur RS Premier Surabaya, dr. Hartono Tanto, MARS, menegaskan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien.
"Kami tidak hanya memperbaiki anatomi, tetapi juga mempersiapkan orang tua agar mampu merawat anak mereka di rumah. Perawatan luka yang benar dan asupan nutrisi yang cukup menjadi kunci keberhasilan operasi dalam jangka panjang," tuturnya.
Sementara itu, Ketua YWP Luciana Tanoyo mengatakan keterlibatan lembaganya merupakan bagian dari komitmen untuk membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera.
"Kami percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat. Melalui dukungan terhadap program ini, kami berharap dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu anak-anak meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Setelah menjalani operasi, seluruh pasien akan dipantau secara berkala oleh tim medis selama enam bulan untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal serta mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini.
Yayasan CLP Center bersama RS Premier Surabaya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki anak dengan kondisi serupa untuk mendapatkan konsultasi dan skrining awal secara gratis melalui pusat informasi rumah sakit.










