TVRINews, Jember
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, secara resmi membuka Festival Egrang Tanoker ke-14 di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa.
Festival tahunan yang digagas Komunitas Tanoker tersebut berlangsung meriah dan menarik perhatian masyarakat sejak pagi. Permainan egrang menjadi pusat kegiatan sekaligus simbol kebersamaan warga.
Dalam sambutannya, Nezar menekankan bahwa permainan tradisional seperti egrang tidak hanya melatih keseimbangan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai keseimbangan dalam kehidupan sosial dan budaya, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Di saat layar gawai seringkali menjauhkan yang dekat, Festival Egrang justru merekatkan kembali ikatan sosial kita. Ini adalah oase kemanusiaan. Egrang mengajarkan bahwa untuk melangkah tinggi, kita butuh keseimbangan, begitu juga dengan teknologi,” ujarnya.
Ia menilai festival ini tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui berbagai aktivitas kreatif yang tumbuh selama penyelenggaraan.
Nezar juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin digitalisasi menggerus identitas budaya bangsa. Sebaliknya, pembangunan infrastruktur digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat dan mempromosikan konten lokal agar dikenal lebih luas hingga ke tingkat global.
“Permainan egrang memiliki nilai positif karena menghadirkan interaksi sosial dan membentuk karakter anak-anak, sekaligus menanamkan nilai budaya,” tambahnya.
Selain itu, ia melihat potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas, mulai dari kerajinan tangan hingga agrowisata yang dapat dikembangkan di sekitar festival.
Nezar turut mendorong peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat desa agar generasi muda mampu menjadi kreator konten yang mempromosikan potensi daerah secara positif.
Menutup kunjungannya, Nezar Patria menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Tanoker yang dinilai konsisten selama 14 tahun membina anak-anak dan perempuan di Ledokombo melalui pendekatan budaya.










