TVRRiNews, Sidoarjo
Kebun kelengkeng di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, didorong menjadi destinasi wisata edukasi terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga kuliner. Dukungan itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat meninjau langsung lokasi kebun yang dikelola Yulianto.
Bambang menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Sidoarjo. Ia menyebut, keberadaan kebun tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga edukasi tentang proses budidaya tanaman.
“Tempat ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah-sekolah di Sidoarjo. Siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar mulai dari pembibitan hingga proses menanam dan panen,” ujar Bambang, Senin 11 Mei 2026.
Ia menambahkan, jumlah lembaga pendidikan di Sidoarjo yang mencapai ratusan hingga ribuan dapat menjadi pasar sekaligus mitra edukasi bagi pengembangan kawasan tersebut. Karena itu, ia mendorong penguatan ekosistem pendukung, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta akses transportasi.
“Saya juga minta agar dikembangkan dengan wisata kuliner. Dinas UMKM perlu mendukung agar pelaku usaha bisa tumbuh di sekitar sini. Selain itu, transportasi publik menuju lokasi juga harus diperhatikan agar masyarakat mudah mengakses,” ucapnya.
Pengelola kebun, Yulianto, mengaku kunjungan ke kebun kelengkeng yang dikelolanya terus meningkat. Bahkan, tidak sedikit pengunjung yang harus ditolak karena keterbatasan hasil panen yang bersifat musiman.
“Pengunjung sudah banyak, bahkan sering tidak kebagian. Sampai sekarang masih banyak yang menghubungi ingin datang, tapi buahnya sudah habis. Kendalanya memang lahan terbatas dan buahnya musiman,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan, khususnya dalam mendorong pengembangan kawasan sebagai pusat edukasi.
“Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya. Harapannya tempat ini bisa terus dikembangkan agar lebih baik sebagai lokasi edukasi,” tuturnya.
Di lahan tersebut, selain kelengkeng, juga dikembangkan berbagai komoditas lain seperti jambu, mangga, perikanan, dan peternakan kambing. Untuk tanaman mangga, Yulianto menanam varietas tertentu yang dalam satu buah bisa mencapai berat hingga 1,5–2 kilogram, dengan potensi hasil panen tinggi per pohon.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menyambut baik pengembangan kebun sebagai wisata edukasi. Ia menilai keberadaan kawasan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar meski Sidoarjo dikenal sebagai wilayah perkotaan.
“Sidoarjo ini kota metropolitan, tapi ternyata masih ada potensi pertanian seperti kelengkeng. Bahkan ini salah satu yang terbesar, sekitar 1,5 hektare,” kata Eni.
Ia berharap pengembangan wisata edukasi mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Harapannya bukan hanya petani yang sudah tua, tetapi generasi milenial juga tertarik. Kalau edukasi ini berjalan dan terintegrasi dengan pendidikan serta ekonomi, kami yakin ke depan bisa mengurangi pengangguran,” imbuhnya.
Pemerintah daerah pun mendorong agar pengembangan serupa dapat direplikasi di titik lain, termasuk memanfaatkan tanah kas desa sebagai lahan produktif berbasis pertanian dan edukasi.










