TVRINews, Jember
Minyak goreng bersubsidi Minyakita mulai langka di sejumlah toko di pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat beralih menggunakan minyak goreng curah di tengah tingginya harga minyak goreng kemasan premium.
Di sejumlah kios, pedagang kini hanya menjual minyak goreng kemasan premium dari berbagai merek dengan harga berkisar Rp42.000 hingga Rp44.000 untuk kemasan dua liter. Sementara itu, minyak goreng curah menjadi pilihan masyarakat karena harganya masih lebih rendah.
Saat ini, minyak goreng curah dijual sekitar Rp21.000 per kilogram. Sebelumnya, masyarakat dapat membeli Minyakita dengan harga sekitar Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter.
Sumaji, seorang pedagang di Pasar Tanjung Jember, mengaku para pedagang juga kesulitan mendapatkan pasokan Minyakita. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar stok kembali tersedia dan daya beli masyarakat meningkat.
“Harga sebenarnya tidak naik, eceran paling mahal Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per liter, tapi stoknya yang kurang. Kalau minyak lain mahal, seperti Tropical dua liter Rp44 ribu, Bimoli satu liter Rp22 ribu. Minyak curah sekarang Rp21 ribu per kilogram. Selisihnya cukup banyak, jadi rata-rata kalau tidak ada MinyaKita, warga beli minyak curah,” ujar Sumaji, Selasa, 30 Juni 2026.
Selama pasokan Minyakita belum kembali normal, masyarakat diperkirakan masih akan mengandalkan minyak goreng curah. Meski mengalami kenaikan harga, minyak curah tetap lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan premium.
Saat ini, harga minyak goreng premium berada di kisaran Rp23.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dijual sekitar Rp21.000 per kilogram.










