TVRINews, Lamongan
Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan dan kebakaran di pabrik bata ringan PT Superior Prima Sukses (SPS) atau Blesscon, Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, bertambah menjadi empat orang.
Hingga Jumat (18/9/2026) pagi, tiga pekerja lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Insiden kecelakaan kerja tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Ledakan terjadi di area ruang pengendapan pabrik dan kemudian disusul kobaran api.
Pekerja yang berada di sekitar lokasi langsung dievakuasi. Berdasarkan pendataan kepolisian, terdapat tujuh pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan adanya perkembangan terbaru kondisi para korban.
“Update korban kecelakaan kerja di PT SPS Pucuk Lamongan, empat orang meninggal dan tiga orang masih menjalani perawatan. Data korban kami update berdasarkan perkembangan penanganan dan informasi dari rumah sakit,” ujar Hamzaid, Jumat (18/9/2026).
Empat korban yang meninggal dunia masing-masing MSF (25), warga Babat, Lamongan, yang meninggal di lokasi kejadian.
Kemudian F (31), warga Turi, Lamongan, meninggal sekitar pukul 01.00 WIB saat dalam perjalanan rujukan menuju RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Korban berikutnya IS (36), warga Kedungpring, Lamongan, meninggal sekitar pukul 04.00 WIB setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Sementara RF (20), warga Laren, Lamongan, meninggal sekitar pukul 09.30 WIB setelah mendapat perawatan di rumah sakit yang sama.
Adapun tiga pekerja yang masih menjalani perawatan yakni AAW (31), warga Pucuk, Lamongan, yang dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Kemudian SK (36), warga Simokerto, Surabaya, menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sementara ADR (20), warga Laren, Lamongan, dirawat di Rumah Sakit Katolik Surabaya.
Polres Lamongan masih menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran tersebut. Tim Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak terkait serta tenaga ahli untuk mengetahui penyebab pasti insiden.
Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan ledakan hingga menimbulkan korban jiwa.










