TVRINews, Surabaya
Ribuan mahasiswa menghadiri kegiatan What’s up Campus Call Out (WCCO) yang digelar Kementerian Hukum Republik Indonesia di Airlangga Convention Center, Kamis, 17 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan booth Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur untuk berkonsultasi mengenai berbagai layanan hukum.
Sejak pagi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tampak memadati booth pelayanan. Mereka berkonsultasi mengenai sejumlah layanan hukum, salah satunya terkait kekayaan intelektual.
Petugas memberikan informasi mengenai proses dan tahapan pendaftaran merek, sekaligus menjelaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi.
Salah seorang mahasiswa Universitas Airlangga, Gilbert, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya aspek hukum dalam melindungi hak atas inovasi yang dihasilkan.
“Kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan juga, ya. Apalagi temanya menarik, Dari Inovasi Menuju Kedaulatan. Menurut aku temanya keren, sangat penting untuk Gen Z,”kata Gilbert.
Selain kekayaan intelektual, mahasiswa juga aktif berdiskusi mengenai berbagai layanan hukum lainnya. Petugas memberikan sosialisasi serta membagikan brosur sebagai informasi pendukung, termasuk mengenai layanan apostille yang menjadi salah satu persyaratan untuk menempuh pendidikan di sejumlah negara.
Tidak hanya mahasiswa, booth Kanwil Kemenkum Jatim juga dimanfaatkan masyarakat umum untuk berkonsultasi. Salah satu layanan yang banyak ditanyakan yakni mengenai alur pengurusan warisan.
Menanggapi konsultasi tersebut, petugas Balai Harta Peninggalan memberikan penjelasan dan pendampingan informasi mengenai prosedur yang perlu ditempuh masyarakat.
Plt. Kakanwil Kemenkum Jatim, Raden Fadjar Widjanarko, mengatakan antusiasme mahasiswa dalam memanfaatkan booth pelayanan menunjukkan kebutuhan terhadap informasi dan konsultasi hukum.
“Apresiasi antusiasme mahasiswa dalam berdiskusi untuk memperoleh informasi mengenai layanan hukum. Ini merupakan tanda positif bahwa mahasiswa menyadari pentingnya hukum sebagai pelindung hak pada berbagai inovasi yang dihasilkan,”ungkap Raden.
Menurut Raden, kehadiran booth Kanwil Kemenkum Jatim dalam kegiatan WCCO menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi sekaligus berkonsultasi secara langsung mengenai prosedur berbagai layanan hukum.
“Kanwil Kemenkum Jatim terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi para mahasiswa, agar layanan dapat diakses secara mudah dan sesuai dengan kebutuhan,”pungkasnya.
Kanwil Kemenkum Jatim berharap pelayanan hukum dalam kegiatan WCCO dapat memberikan akses informasi yang lebih mudah bagi mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap berbagai karya dan inovasi.










