TVRINews, Lamongan
Sebanyak 3.162 hafidz dan hafidzah Kabupaten Lamongan berpredikat sangat baik dan mumtaz (sempurna) dikukuhkan serta menerima sertifikat kelulusan ujian tahfidz oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Alun-alun Lamongan, Rabu, 17 Juni 2026.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menilai keberhasilan Lamongan dalam menumbuhkan generasi Qur’ani merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki ketahanan moral yang kuat.
"Di tengah transformasi digital, perkembangan kecerdasan artificial, juga kompetisi Global yang semakin dinamis, daerah yang maju adalah yang mampu menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh dalam nilai dan etika. Gerakan Qur'ani ini akan menjadi bagian penting dalam program prioritas daerah, tercantum dalam program Lamongan Nyantri dan Perintis," ucapnya.
Menurut Pak Yes, pembangunan daerah yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Ia menyebut Lamongan patut bersyukur memiliki generasi muda yang terus menumbuhkan budaya belajar, memperkuat karakter, serta menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut tercermin dari skor Indeks Kesalehan Sosial Lamongan yang mencapai 89,88.
"Ke depan gerakan ini harus terus dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan budaya literasi, serta perluasan kolaborasi untuk menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Kembali saya tegaskan bahwa hafidz hafidzah yang dikukuhkan hari ini adalah harapan besar bagi Lamongan, aset strategis daerah yang akan menjadi bagian penting dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan dan mendorong terwujudnya Lamongan yang maju, harmonis, dan berdaya saing," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Lamongan Moh. Nalikan melaporkan Gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur'an merupakan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama LPTQ untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an melalui budaya membaca, mempelajari, memahami, menghafal, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan pengukuhan Hafidz dan Hafidzah tahun 2026 dilaksanakan hari ini, dengan peserta yang telah melalui tahapan ujian tahfidz, yang dilaksanakan mulai bulan Januari hingga April 2026, yang diikuti peserta ujian sebanyak 7.890 anak, dan 6.168 anak dinyatakan lulus sesuai standar yang telah ditetapkan. Sejumlah peserta yang lulus kita saring kembali untuk ditetapkan sebanyak 3.162 peserta mendapatkan nilai capaian sangat baik atau kategori mumtaz. Dari 3.162 anak ini ada 64 anak berpredikat mumtaz (istimewa/sempurna) dengan nilai 98-100," pungkasnya.
Dari total 7.890 peserta yang mengikuti ujian tahfidz, sebanyak 6.168 peserta dinyatakan lulus. Selanjutnya, 3.162 peserta dengan capaian nilai terbaik ditetapkan sebagai hafidz dan hafidzah berpredikat sangat baik dan mumtaz. Di antara jumlah tersebut, 64 peserta meraih predikat mumtaz istimewa dengan nilai antara 98 hingga 100.










