TVRINews, Malang
Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah (PPDU) Kabupaten Malang terus memperkuat kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Salah satu produk unggulannya, Daru Skin, kini semakin diminati masyarakat karena menawarkan produk perawatan tubuh dan rambut berkualitas dengan harga terjangkau.
Pengembangan usaha tersebut dilakukan melalui Koperasi Konsumen Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah yang resmi berdiri pada 7 Mei 2026. Koperasi menjadi sarana untuk mengelola usaha secara profesional sekaligus memperluas pemasaran produk pesantren.
Pada 2026, PPDU juga bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
Saat ini, koperasi mengelola dua unit usaha utama, yakni Daru Skin dan DU Bakery. Daru Skin menjadi produk unggulan dengan berbagai varian, seperti Hair Shampoo Anti Dandruff, Body Wash Brightening, Facial Wash Brightening, dan Moistcare Olive Oil. Produk-produk tersebut diformulasikan menggunakan bahan pilihan untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan rambut.
Berkat kualitas yang terus dijaga, Daru Skin tidak hanya dipasarkan di Jawa Timur, tetapi juga telah menjangkau konsumen di berbagai daerah hingga Pulau Kalimantan.
Selain itu, DU Bakery memproduksi berbagai jenis roti dan kue, seperti roti manis, roti sobek, roti O, bolu, dan cake. Seluruh produk dibuat secara higienis menggunakan bahan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah sendiri berdiri pada 18 Desember 2009 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1431 Hijriah. Sejak awal, pesantren ini didirikan sebagai pesantren wakaf yang dikelola oleh Badan Wakaf. Sistem tersebut mendukung tata kelola pendidikan dan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengurus Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang Setija Winarko berharap koperasi dapat berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi toko pesantren, tetapi dapat berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang mampu melahirkan produk unggulan berdaya saing. Melalui Koperasi Konsumen Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, kami ingin mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren, mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing, serta menjadi bagian aktif dalam Program OPOP Jawa Timur untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, santri, dan masyarakat,” ujar Setija Winarko.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah PPDU dalam mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran Daru Skin dan DU Bakery menunjukkan bahwa pesantren mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus membangun ekonomi umat. Kami berharap inovasi ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk memanfaatkan potensi ekonomi yang dimiliki. OPOP hadir untuk memperkuat ekosistem usaha pesantren agar mampu tumbuh, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui pengembangan Daru Skin dan DU Bakery, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah menunjukkan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keikutsertaan dalam Program OPOP Jawa Timur diharapkan membuka peluang usaha yang lebih luas serta meningkatkan daya saing produk pesantren di pasar regional maupun nasional.










