TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri, ASN, pelajar, serta ratusan tamu undangan, Khofifah menyerukan pentingnya adaptasi teknologi digital yang aman, bijak, dan produktif, termasuk dalam menghadapi perkembangan ekosistem digital dan Artificial Intelligence (AI).
Menurut Khofifah, langkah tersebut penting untuk memberikan perlindungan bagi masa depan generasi penerus bangsa. Hal itu sejalan dengan tema besar Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 yang diusung pemerintah pusat, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
“Pesan besarnya adalah memang adaptasi dengan digital IT menjadi sangat penting. Karena itu, kepada generasi alpha juga harus dilakukan pendampingan. Pastikan bahwa proses adaptasi itu berjalan aman dan tetap produktif. Jadi adaptif, tapi aman dan produktif,” tegas Khofifah.
Ia menilai kebangkitan bangsa saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan bangsa menjaga generasi mudanya agar mampu beradaptasi di tengah transformasi digital global.
Khofifah menyebut generasi alpha memegang peran penting dalam proses adaptasi digital sehingga diperlukan pendampingan preventif agar mereka memiliki literasi digital yang baik, aman, dan produktif.
Secara filosofis, Khofifah memandang Kebangkitan Nasional sebagai proses dinamis yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Menurutnya, tantangan kebangkitan nasional kini telah bergeser dari menjaga kedaulatan teritorial menjadi menjaga kedaulatan informasi dan transformasi digital.
“Lewat perlindungan itu, kita ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Khofifah juga menyinggung berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru dan beasiswa pendidikan, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis.
“Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan bangsa hari ini harus dimulai dari penguatan kualitas manusianya. Dari generasi mudanya. Dari tunas-tunas bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, perlindungan generasi muda di era digital juga diperkuat melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Khofifah menilai kebijakan tersebut relevan dengan kondisi Jawa Timur yang memiliki lebih dari 8 juta penduduk usia muda.
“Karena itu, pembangunan generasi muda di Jawa Timur harus dipastikan dengan menguatkan kualitasnya. Kami siap terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Ia juga memaparkan capaian pembangunan Jawa Timur, termasuk pertumbuhan ekonomi Triwulan I Tahun 2026 sebesar 5,96 persen year-on-year yang menjadi tertinggi di Pulau Jawa dan berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026, jumlah peserta didik SMA, SMK, SLB, dan MA Jawa Timur yang diterima di perguruan tinggi negeri tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia.
“Capaian-capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan optimisme, daya tahan, dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Timur,” tuturnya.
Dalam momentum Upacara Harkitnas 2026 tersebut, Khofifah juga menyerahkan penghargaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Jawa Timur Award 2026 kepada sejumlah kabupaten/kota dan sekretariat DPRD terbaik di Jawa Timur.










