TVRINews, Surabaya
Sebanyak 335 pecatur muda dari berbagai daerah memadati ajang Cap Kapal Checkmate Junior Championship 2026 yang digelar King Knight Kreatif di Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026. Tingginya jumlah peserta menjadi gambaran semakin besarnya minat anak-anak dan remaja terhadap olahraga catur.
Turnamen ini mempertandingkan delapan kategori, yakni kelompok putra dan putri untuk usia 8, 10, 12, dan 15 tahun.
Ketua King Knight Kreatif, Hesnud Daulah, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada kategori yang sama, turnamen sebelumnya diikuti 252 peserta.
“Kalau sebelumnya di kategori yang sama itu peserta mencapai 252. Nah, ini menunjukkan bahwa antusiasme dan peminat olahraga catur terus berkembang dan meningkat,” ujar Hesnud di sela turnamen.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pecatur pemula. Sejumlah pemain yang telah meraih prestasi di tingkat Jawa Timur juga turun bertanding. Turnamen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pecatur untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
“Banyak para pemain juara-juara Jawa Timur juga banyak yang ikut hadir karena sekaligus untuk persiapan menuju Kejurnas,” katanya.
Hesnud melihat tingginya partisipasi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan pembinaan catur di Jawa Timur. Menurutnya, semakin banyaknya turnamen junior dapat memberikan ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan.
Ia juga menilai catur memiliki manfaat lebih luas bagi perkembangan anak. Selain melatih kemampuan bermain, olahraga tersebut dapat membangun konsentrasi, daya ingat, keberanian mengambil keputusan, serta sikap bertanggung jawab terhadap setiap langkah yang diambil.
“Catur bukan hanya soal menang dan kalah. Anak-anak belajar berpikir, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” ujarnya.
Di tengah ramainya kompetisi, Hesnud turut menyoroti persoalan organisasi Percasi Kota Surabaya. Ia berharap Pengprov Percasi Jawa Timur segera menerbitkan SK kepengurusan Percasi Kota Surabaya.
Menurutnya, rekomendasi dari KONI Kota Surabaya telah dimiliki sehingga kepastian administrasi organisasi tersebut dinilai perlu segera diberikan.
“Kalau sesuai dengan AD/ART PB Percasi, jika sudah keluar rekom dari KONI kota setempat, maka Percasi provinsi itu wajib meneruskan atau membuat SK. Karena ini adalah rumah tangga dari Kota Surabaya sendiri,” tegasnya.
Hesnud mengatakan kepastian tersebut penting untuk mendukung pembinaan para atlet, terutama karena Surabaya akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Ia berharap persoalan administrasi tidak mengganggu semangat para pecatur yang selama ini rutin berlatih dan mengikuti kompetisi.
“SK dari Percasi Jatim ini sangat dibutuhkan untuk kejelasan organisasi, untuk semangat para atlet adik-adik catur, khususnya di Kota Surabaya,” imbuhnya.
Hesnud juga merujuk Pasal 57 ayat 4 AD/ART PB Percasi yang mengatur kewajiban pengurus provinsi menerbitkan SK pengukuhan kepengurusan Percasi kabupaten/kota yang telah memperoleh rekomendasi tertulis dari KONI setempat.
Ia berharap aturan organisasi tersebut dapat segera dijalankan sehingga pembinaan atlet di Surabaya memiliki kepastian.
“Kalau memang Percasi Jawa Timur ini melakukan pembinaan terhadap atlet dan kota/kabupaten, tentunya tolong kewajiban Percasi Jatim sesuai dengan AD/ART PB Percasi segera keluarkanlah SK untuk Percasi Kota Surabaya,” pungkasnya.









