TVRINews, Lamongan
Kebakaran hebat terjadi di kawasan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tambangan, Lingkungan Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Lamongan, Sabtu, 8 Agustus 2026 kemarin. Api melahap sejumlah lapak dan bangunan semi permanen hingga menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp359,3 juta.
Selain lapak pedagang, kobaran api turut menghanguskan satu fasilitas mushola, pangkalan ojek, serta dua sepeda motor. Kendati api sempat membesar di kawasan yang berdekatan dengan permukiman, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Lamongan, Rayin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WIB. Laporan warga diterima Mako Damkar Korwil Babat sembilan menit kemudian.
“Begitu menerima laporan warga, personel langsung diluncurkan ke lokasi. Karena lokasi kebakaran cukup luas dan berada di sekitar area jembatan, kami mengerahkan bantuan lintas armada dan lintas wilayah kabupaten tetangga,” ujar Rayin pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Kemudian, kata dia armada pertama dari Pos Babat tiba sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas langsung berupaya memutus perambatan api sekaligus melindungi permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Penanganan kebakaran melibatkan tujuh unit mobil pemadam dengan 36 personel. Sebanyak lima armada berasal dari wilayah Lamongan, yakni satu unit Pos Babat, dua unit Mako Lamongan, dan dua unit Pos Ngimbang.
Dua armada lainnya merupakan bantuan dari daerah tetangga, masing-masing satu unit dari Pos Baureno, Kabupaten Bojonegoro, dan Pos Rengel, Kabupaten Tuban.
Menurut Rayin, kondisi lapak yang berdempetan serta material bangunan yang mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar.
Petugas melakukan pemadaman hingga pendinginan selama kurang lebih empat jam. Kobaran api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 20.40 WIB.
Hasil pendataan petugas menunjukkan sejumlah lapak PKL di atas dan bawah jembatan terdampak kebakaran. Sebuah mushola, pangkalan ojek, serta dua sepeda motor, yakni Honda Vario 125 dan Honda Revo, juga ikut terbakar.
Dari penelusuran awal di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah. Api yang berasal dari pembakaran sampah disebut tidak terpantau hingga kemudian menyambar material kering di sekitar lapak.
Damkar Lamongan mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan yang padat bangunan atau memiliki banyak material mudah terbakar.
“Kami terus mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan, karena dampaknya bisa sangat fatal dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.









