TVRINews, Bangkalan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pendidikan tinggi keagamaan. Hal itu disampaikan saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan V Ma'had Aly Nurul Cholil, Kabupaten Bangkalan, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Wisuda tersebut diikuti 51 mahasantri. Dalam kesempatan itu, Khofifah mendorong penguatan tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama yang dapat berkembang melalui berbagai profesi.
"Untuk bisa membangun tafaqquh fiddin dari berbagai profesi-profesi yang lain, Insya Allah di Jawa Timur ini gudangnya ulama. Dan banyaknya ulama ini memberikan manfaat yang luar biasa di Jawa Timur," kata Gubernur Khofifah.
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pendidikan tinggi keagamaan diwujudkan melalui berbagai program beasiswa yang disalurkan melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur.
Sepanjang 2019-2026, program tersebut telah menjangkau 7.976 mahasiswa. Dukungan juga diberikan kepada mahasiswa Ma'had Aly dengan jumlah penerima sebanyak 240 mahasiswa pada 2019, 425 pada 2021, 285 pada 2023, 45 pada 2024, 380 pada 2025, dan 105 pada 2026.
"Tentu ini karena doa, ikhtiar, dan kerja keras kita semua, kita sudah bisa menambah beasiswa S2 dan mulai memasifkan beasiswa S3. Dan ada beasiswa Al-Azhar yang dulunya kita kirim S1, tapi kita mendiskusikan untuk meningkatkan ke S2 ," jelasnya.
Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk S1/S2 Al-Azhar Kairo juga terus berjalan. Penerimanya tercatat sebanyak 30 mahasiswa pada 2021, 30 pada 2022, 30 pada 2023, 33 pada 2024, 35 pada 2025, dan 30 pada 2026.
Khofifah menjelaskan proses mendapatkan beasiswa Al-Azhar Kairo memerlukan persetujuan dari Grand Sheikh Al-Azhar. Ia juga menekankan pentingnya kualitas lulusan yang kembali ke Indonesia.
"Saya ingin menyampaikan untuk mendapatkan beasiswa di Al-Azhar itu persetujuannya harus oleh Grand Sheikh Al-Azhar. Alhamdulillah waktu itu kami diterima langsung oleh beliau. Saya menyampaikan bahwa mereka yang pulang dari Al-Azhar bukan sarjana Al-Azhar, mereka yang pulang dari Al-Azhar adalah ulama Al-Azhar. Jadi beda standar," terangnya.
Kepada para wisudawan, Khofifah berpesan agar mereka menjadi ahli di bidang yang digeluti. Ia berharap Ma'had Aly mampu melahirkan ulama, kiai, dan tokoh agama yang memiliki kemampuan di berbagai sektor, termasuk pembangunan dan teknologi.
Menurut Khofifah, kemampuan tersebut penting agar lulusan pesantren mampu menjawab tantangan dunia dan perkembangan zaman.
Ia juga berharap Ma'had Aly Nurul Cholil Bangkalan tidak berhenti pada marhalah ula (S1), tetapi terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan hingga marhalah tsaniyah (S2) dan marhalah tsalitsah (S3).
"Nurul Cholil insya Allah termasuk yang punya peluang besar meningkat pada marhalah tsaniyah. Semoga semua bisa berseiring dengan program di Ma'had Aly ini. Salam sukses berkah semuanya dan semoga ilmunya manfaat barakah. Amin," harapnya.
Sementara itu, Mudir Ma'had Aly Nurul Cholil KH. Ahmad Faqoth Zubair memberikan taujihad kepada para mahasantri sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah terhadap pesantren yang dinilainya turut mendorong peningkatan jumlah mahasantri Ma'had Aly Nurul Cholil Bangkalan dari tahun ke tahun.
"Bu Gubernur saya lihat sangat luar biasa kepeduliannya terhadap pesantren. Saya berharap ke depan nanti ada banyak program-program yang mungkin bisa diakses, terutama bagi para mahasantri, sehingga ke depan pesantren juga mempunyai kiprah di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
KH. Ahmad Faqoth Zubair juga meminta para mahasantri menyimak orasi ilmiah dan wejangan Gubernur Khofifah sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
"Oleh karena itu, saya berharap orasi ilmiah dan wejangan-wejangan beliau mohon didengarkan dan perlu dicatat sebagai bahan ilmu dan bekal untuk anak-anakku sekalian nanti berjuang di tengah-tengah masyarakat," pungkas KH. Ahmad Faqoth Zubair.









