TVRINews, Lamongan
Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan mempercepat pemulihan dan perawatan intensif rumput Stadion Surajaya Lamongan menjelang bergulirnya Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2026–2027 pada September mendatang.
Kepala Bidang Keolahragaan Disbudporapar Lamongan, Fauzan Badri, menjelaskan kondisi rumput yang tampak belang merupakan bagian dari proses pemulihan setelah tingginya intensitas penggunaan lapangan untuk sejumlah turnamen, ditambah pengaruh cuaca panas.
“Rumput yang sekarang memang sedang dalam proses perawatan. Pemulihan membutuhkan waktu karena sebelumnya lapangan cukup sering digunakan untuk beberapa turnamen, ditambah faktor cuaca yang cukup panas,” ujar Fauzan saat ditemui di Stadion Surajaya, Selasa (21/7/2026).
Untuk mengoptimalkan proses tersebut, pengelola stadion akan mensterilkan lapangan utama mulai pekan kedua Agustus 2026. Kebijakan itu diterapkan setelah seluruh rangkaian Piala Soeratin selesai digelar, dengan pertandingan terakhir dijadwalkan pada 4 Agustus.
“Tanggal 4 Agustus merupakan agenda terakhir Piala Soeratin. Setelah itu, mulai minggu kedua Agustus stadion akan disterilkan agar fokus penuh pada perawatan rumput. Kami optimistis saat Liga 2 bergulir kondisi lapangan sudah maksimal,” katanya.
Selain pembenahan lapangan, renovasi sejumlah fasilitas stadion juga terus dilakukan. Disbudporapar telah menindaklanjuti surat permohonan kepada pelaksana proyek, PT WIKA, yang mendapat respons positif sejak akhir Juni lalu.
Perbaikan meliputi pemasangan kembali sekitar 2.400 kursi penonton di tribun ekonomi dan VIP yang sebelumnya dilepas untuk memperbaiki titik-titik kebocoran. Selain itu, perbaikan plafon serta pagar luar stadion juga tengah dikerjakan.
Melalui perawatan rumput secara intensif dan penyempurnaan fasilitas pendukung tersebut, Stadion Surajaya Lamongan ditargetkan siap menyambut kompetisi Liga 2 dengan kualitas lapangan yang optimal serta fasilitas penonton yang lebih nyaman.










