TVRINews, Ponorogo
Pondok Pesantren Qotrul Falah di RT 02 RW 02 Karangjati, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui produksi kerajinan anyaman yang dikelola para santri.
Tak hanya menjadi pusat pendidikan agama, pesantren ini juga membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan. Berbagai produk anyaman yang dihasilkan dikerjakan secara teliti dengan kualitas yang baik dan memiliki nilai ekonomis, sehingga mampu menarik minat konsumen dari berbagai daerah.
Usaha anyaman tersebut menghadirkan beragam produk dengan harga mulai Rp20.000 hingga Rp120.000. Selain tersedia dalam ukuran standar, produk juga dapat dibuat sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan pelanggan.
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan yang membuat produk anyaman Qotrul Falah mampu memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan rumah tangga, dekorasi, hingga kebutuhan usaha. Seluruh produk dikerjakan dengan ketelitian sehingga memiliki nilai estetika sekaligus fungsi yang tinggi.
Pada 2026, Pondok Pesantren Qotrul Falah bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Melalui program ini, pesantren memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, memperkuat kapasitas usaha, serta membuka peluang kolaborasi guna mengembangkan ekonomi pesantren.
Keunggulan usaha ini terletak pada keterlibatan penuh para santri dalam seluruh proses produksi. Mulai dari pengadaan bahan baku, proses menganyam, pengemasan, hingga pengiriman kepada pelanggan dilakukan langsung oleh santri sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.
Saat permintaan meningkat dan melebihi kapasitas produksi, pesantren juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaan. Berkat kualitas produk dan pelayanan yang konsisten, hasil anyaman Pondok Pesantren Qotrul Falah kini telah dipasarkan hingga Bali, Kalimantan, Sulawesi, serta sejumlah daerah lain di luar Pulau Jawa.
Pengurus Pondok Pesantren Qotrul Falah, Gus Miftahul Khoiri, berharap Program OPOP Jawa Timur terus memberikan pendampingan agar usaha yang dirintis para santri semakin berkembang.
“Seluruh proses produksi kami dikerjakan oleh para santri, mulai dari pembelian bahan, menganyam, hingga pengiriman. Jika pesanan sangat banyak, kami melibatkan masyarakat sekitar. Kami berharap OPOP Jatim terus mendampingi pesantren agar usaha ini semakin maju, memberikan manfaat bagi santri, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi berbasis pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai keberhasilan Pondok Pesantren Qotrul Falah menunjukkan besarnya potensi pesantren dalam membangun ekonomi berbasis kemandirian.
Menurutnya, keterlibatan santri di seluruh rantai produksi merupakan bentuk pendidikan kewirausahaan yang memberikan pengalaman nyata dalam mengelola usaha.
“OPOP Jatim akan terus berkomitmen mendampingi pesantren agar mampu menghasilkan produk berkualitas, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Kami ingin semakin banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi santri, masyarakat, dan perekonomian daerah,” katanya.
Masyarakat yang ingin membeli produk anyaman karya santri Pondok Pesantren Qotrul Falah dapat langsung mengunjungi pesantren di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Melalui produk anyaman tersebut, pesantren tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian santri, memberdayakan masyarakat sekitar, serta mendukung penguatan ekosistem usaha pesantren melalui Program OPOP Jawa Timur.










