TVRINews, Bojonegoro
Musim kemarau yang berlangsung sejak satu bulan terakhir mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebanyak 12 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami kekeringan akibat menurunnya debit sumber air dan mengeringnya sumur warga.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Ke-12 desa yang mengalami krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Sumberrejo, Sukosewu, Ngraho, Ngambon, Temayang, Margomulyo, dan Ngasem.
Di Kecamatan Sumberrejo, wilayah terdampak meliputi Desa Deru, Wotan, Sumberharjo, dan Margoagung. Sementara di Kecamatan Sukosewu terdapat Desa Sumberjokidul. Desa Sugihwaras dan Luwihaji berada di Kecamatan Ngraho, Desa Nglampin di Kecamatan Ngambon, Desa Papringan di Kecamatan Temayang, Desa Meduri di Kecamatan Margomulyo, serta Desa Sendangharjo dan Trenggulunan di Kecamatan Ngasem.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksono, mengatakan kekeringan terjadi akibat rendahnya intensitas hujan yang menyebabkan sejumlah sumber air warga mulai mengering.
“Dampak kekeringan sudah dirasakan masyarakat sejak sekitar satu bulan terakhir. Saat ini terdapat 12 desa yang mengalami kesulitan air bersih karena sumber mata air dan sumur warga mengalami penurunan debit hingga mengering,” ujar Heru.
Untuk membantu warga, BPBD Bojonegoro mengerahkan armada tangki air bersih yang disalurkan secara bergiliran ke wilayah terdampak. Distribusi dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain penyaluran bantuan air bersih, BPBD juga terus melakukan pemantauan dan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan lebih luas.
“Pemantauan terus dilakukan agar wilayah yang mengalami kesulitan air dapat segera ditangani. Kami juga mengantisipasi apabila dampak kekeringan semakin meluas,” kata Heru.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Bojonegoro, terdapat sekitar 72 desa di 20 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
BPBD mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih agar segera berkoordinasi melalui pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.










