TVRINews, Sampang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan langsung bantuan air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 951 kepala keluarga atau 4.254 jiwa menerima bantuan air bersih melalui dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Pemprov Jatim juga menyerahkan tiga unit tandon, dua tandon lipat, serta 100 jerigen untuk menunjang penyimpanan air warga.
Khofifah menjelaskan bahwa per 16 September 2026, sebanyak 24 kabupaten dan kota di Jawa Timur telah menetapkan status kedaruratan kekeringan. Dari jumlah tersebut, 22 kabupaten telah mendapatkan intervensi bantuan dropping air bersih.
“Ini ada 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah menerbitkan SK kedaruratan karena kekeringan. Dan masing-masing kabupaten/kota sudah mengintervensi kebutuhan air bersihnya. Jadi kehadiran Pemprov ini sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan, dan melapisi dari yang sudah dilakukan oleh kabupaten/kota,” kata Khofifah.
Selain penanganan darurat, Pemprov Jatim tengah mengupayakan penyediaan sumber air permanen melalui program pengerjaan pengeboran dan penarikan jaringan air hingga 17 kilometer. Pengeboran tersebut dilakukan berkolaborasi melalui kegiatan Karya Bakti TNI se-Pulau Madura.
“Sebetulnya ini kan sedang ada Karya Bakti TNI skala besar se-Pulau Madura. Untuk bisa diidentifikasi, harus dibor dengan kedalaman tertentu dan itu juga harus dimaksimalkan. Ada satu titik, memang tidak di Sampang dibor sampai 200 meter masih ketemu batu. Sudah ada 19 mata bor yang putus,” jelas Khofifah.
Ia menambahkan, pencarian titik sumber air membutuhkan kajian presisi. Pemprov Jatim juga mempertimbangkan opsi pembangunan embung dan waduk penampung air pasca-asesmen wilayah.
“Artinya, betapa memang di titik tertentu itu relatif kita butuh ikhtiar untuk bisa mendapatkan sumber air. Jadi mungkin kalau dideteksi ada sumber-sumber air terdekat, itu bisa. Karena kita juga melakukan pendeteksian di banyak tempat di mana sumber air yang cukup, itu bisa ditarik sampai 17 kilometer,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Jatim, dampak kekeringan di Kabupaten Sampang melanda 12 kecamatan kategori Kritis, tiga kecamatan kategori Langka, serta tiga kecamatan kategori Langka Terbatas. Kecamatan Kedungdung menjadi salah satu wilayah kritis dengan dampak mencakup 13.632 KK atau 68.091 jiwa.
Guna mendukung keandalan distribusi di daerah terdampak, BPBD Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran air bersih sebesar Rp299,8 juta untuk 527 ritase pengiriman, lengkap dengan dukungan 80 unit tandon 1.200 liter dan 210 jerigen.










