TVRINews, Trenggalek
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, membuat puluhan desa mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Trenggalek, Polda Jawa Timur, turun langsung membantu warga. Distribusi air bersih dilakukan hingga ke wilayah pelosok dan dataran tinggi yang sulit menjangkau sumber air.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya mengatakan seluruh Polsek jajaran diminta aktif membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Salah satunya melalui program “Patroli Gentong”, yang mengerahkan kendaraan patroli untuk mengangkut dan mendistribusikan air bersih ke permukiman warga.
“Inisiatif ini kami lakukan sebagai langkah pemeliharaan Kamtibmas, sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat guna meringankan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air baku sehari-hari,” ujar AKBP Rizky, Minggu (20/9/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Polsek Bendungan mengerahkan dua kendaraan dinas untuk mendistribusikan air bersih ke Desa Masaran.
“Hari ini sasaran patroli kami arahkan ke Desa Masaran dengan mengerahkan dua kendaraan dinas,” kata AKBP Rizky.
Satu kendaraan membawa tandon berkapasitas 1.200 liter. Air tersebut kemudian disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Sementara kendaraan lainnya membawa 50 galon air melalui program “Patroli Kendil”.
Metode ini disiapkan untuk menjangkau rumah warga yang berada di gang sempit maupun kawasan lereng bukit yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar.
“Strategi ini sengaja diterapkan untuk menjangkau pemukiman warga yang posisinya berada di gang sempit atau lereng bukit yang jauh dari akses jalan raya utama,” jelasnya.
Dengan menggunakan wadah berukuran lebih kecil, distribusi air dapat dilakukan lebih fleksibel hingga mendekati rumah warga. Selain menyalurkan bantuan air bersih, jajaran Polres Trenggalek juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Kapolres meminta warga, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan, tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami meminta seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya yang tinggal di dekat kawasan hutan, untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau membuang puntung rokok sembarangan,” ujar AKBP Rizky.
Menurutnya, kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang dapat membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Mari bersama-sama kita jaga lingkungan dan laporkan segera jika melihat titik api,” pungkasnya.
Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kemarau panjang, sekaligus memperkuat kehadiran aparat di tengah masyarakat yang terdampak kekeringan.










