TVRINews, Surabaya
Kabar hilang kontaknya KM Virgo Transport 8 membuat keluarga kru kapal mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mencari informasi mengenai keberadaan anggota keluarganya.
Salah seorang keluarga kru, Fredy Manuhua, warga Mojokerto, mengatakan adik kandungnya yang bungsu, Stevie Manuhua (44), merupakan pemain keyboard atau organ hiburan di atas kapal KM Virgo Transport 8.
Fredy menyebut, komunikasi terakhir dengan Stevie terjadi sekitar dua hari lalu, saat kapal masih bersandar di Surabaya. Setelah itu, ia mengaku tidak lagi mendapatkan kabar.
"Di komunikasi dua hari lalu Pak, sandar di Surabaya, setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang," ujar Fredy, Minggu, 13 September 2026.
Fredy mengaku hingga kini belum mendapatkan informasi mengenai kondisi kapal maupun keberadaan adiknya. Ia masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.
"Belum, belum ada. Belum ada masuk. Saya masih tunggu dari pihak yang bersangkutan untuk ngasih info ke kita," katanya.
Menurut Fredy, informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterimanya dari seorang teman yang mengetahui adanya peristiwa di kapal. Setelah itu, ia menghubungi sejumlah rekannya dan diarahkan untuk datang ke Pelabuhan Tanjung Perak guna mencari informasi lebih lanjut.
Fredy berharap adiknya dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun.
"Semoga bisa ditemukan. Apapun keadaannya saya harap bisa ditemukan," ungkapnya.
Ia mengatakan Stevie selama bekerja sebagai pemain musik di kapal kerap datang ke rumah sebelum berangkat bekerja. Jika mendapat pekerjaan di kapal, Fredy biasanya mengantarkan langsung adiknya menuju kapal. Begitu pula saat sedang cuti, Stevie akan kembali ke rumah.
Fredy menuturkan Stevie merupakan kru laki-laki yang sudah bekerja di kapal tersebut. Sebelumnya, Stevie bekerja di kapal DLN Mandalika sebelum kemudian berpindah ke KM Virgo Transport 8.
Hingga kini, Fredy bersama keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai kondisi Stevie Manuhua serta penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 lainnya.
Informasi berawal saat Kapal Lost Contact terakhir oleh pihak agen kapal terjadi pada hari Minggu, tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA.
Pihak agen kemudian berkoordinasi dengan pihak Basarnas sekitar pukul 02.36 WITA. Selanjutnya dari Kantor SAR Banjarmasin melakukan cek dan ricek serta berkoordinasi antar instansi untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan pihak agen kapal.










