TVRINews, Surabaya
Anggota sekaligus Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono berharap Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Surabaya tidak berhenti pada perbaikan fisik rumah. Ia menilai program tersebut harus menjadi pintu masuk peningkatan ekonomi warga berpenghasilan rendah.
Harapan itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan BSPS di Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Program inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut menyasar sekitar 450 ribu rumah secara nasional, meningkat dari sebelumnya sekitar 40 ribu rumah. Khusus di Kota Surabaya, sekitar 1.200 unit rumah masuk dalam program bedah rumah.
"Tempat tinggal yang aman dan nyaman menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga. Ketika keluarga merasa nyaman, mereka bisa bekerja lebih produktif, anak-anak juga bisa belajar dengan lebih baik," ujar legislator yang akrab disapa BHS tersebut.
Pelaksanaan program BSPS dikawal oleh Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan pemerintah kelurahan setempat. BHS meminta perangkat RT, RW, dan kelurahan untuk memastikan penerima bantuan benar-benar warga yang membutuhkan.
Ia juga mengingatkan agar status penerima bantuan sosial lainnya tidak serta-merta dicabut setelah hunian mereka diperbaiki.
"Rumahnya saja yang berubah, tetapi pendapatan secara ekonominya mereka tetap belum mampu," katanya.
Sementara itu, Lurah Lontar Iwan Ahmadi menjelaskan bahwa usulan penerima bantuan dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi dan tingkat desil masyarakat. Dari sekitar tujuh usulan yang diajukan, sebanyak dua warga telah masuk dalam tahap verifikasi.
Pemerintah kelurahan berharap proses verifikasi di lapangan berjalan secara transparan agar bantuan pemerintah pusat tersebut tepat sasaran.










