TVRINews, Pasuruan
Pondok Pesantren SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Ma’un Muhammadiyah) Kota Pasuruan terus mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren melalui berbagai unit usaha yang dikelola Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren).
Berlokasi di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, pesantren ini mengusung konsep pendidikan yang memadukan nilai keislaman, modernitas, dan kewirausahaan. Komitmen mencetak santri berjiwa entrepreneur menjadi salah satu ciri khas yang membedakan SPEAM dari pesantren lainnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembelajaran praktik yang melibatkan santri secara langsung dalam kegiatan usaha dan pengembangan ekonomi pesantren.
Pondok Pesantren SPEAM berdiri pada 15 Agustus 2015 atas prakarsa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan. Pada awalnya, pesantren ini berfungsi sebagai fasilitas boarding bagi siswa SMP Muhammadiyah 1 Pasuruan yang ingin memperoleh tambahan pendidikan agama.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren modern, SPEAM berkembang menjadi lembaga pendidikan yang berdiri mandiri dengan visi mencetak generasi Islami, modern, dan berjiwa entrepreneur.
Saat ini, alumni SPEAM telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada 2026, Pondok Pesantren SPEAM bergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur melalui program Pesantrenpreneur. Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan kapasitas usaha yang telah dimiliki.
Kehadiran program OPOP diharapkan membuka peluang kolaborasi, pendampingan, dan akses pembinaan yang lebih luas bagi Koppontren SPEAM. Program ini dinilai sejalan dengan visi pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis kelembagaan.
Saat ini, Koppontren SPEAM memiliki tiga unit usaha unggulan, yaitu SPIM Coffee, Batik Ecoprint, dan Kebun Pisang Cavendish.
Ketiga unit usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan pesantren, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri. Produk-produk yang dihasilkan mencerminkan upaya pesantren dalam mengembangkan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Pengurus Pondok Pesantren SPEAM, Muhammad Amin, berharap program OPOP Jawa Timur dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan pesantren untuk mengembangkan usaha secara lebih optimal.
Menurutnya, penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting dalam mendorong kemajuan usaha pesantren.
"Kami sangat berharap pada program Pesantrenpreneur karena berkaitan langsung dengan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui Koppontren. Dukungan dalam aspek legalitas usaha, peningkatan kompetensi SDM, bantuan permodalan, dan digital marketing akan sangat membantu perkembangan usaha pesantren kami," ujar Muhammad Amin, Kamis, 25 Juni 2026.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah SPEAM dalam membangun kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha produktif yang dikelola pesantren.
Menurutnya, model pengembangan yang diterapkan SPEAM dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis kewirausahaan.
"SPEAM menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Semangat entrepreneurship yang dibangun pesantren ini sejalan dengan tujuan OPOP untuk menciptakan pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing," ujar Gus Ghofirin.
Melalui pengembangan unit usaha dan pendidikan kewirausahaan yang berkelanjutan, Pondok Pesantren SPEAM terus berupaya mencetak santri yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Penguatan karakter, keterampilan, dan pengalaman praktik usaha menjadi bekal penting bagi para santri agar mampu berkontribusi di tengah masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha secara mandiri.










