TVRINews, Sampang
Pesantren Nurut Thullab di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan unit usaha produktif. Tak hanya menjadi pusat pendidikan agama, pesantren ini juga menghadirkan inovasi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah sampah plastik menjadi paving blok bernilai jual.
Inovasi tersebut menjadi salah satu produk unggulan pesantren karena mampu mengubah limbah plastik yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk konstruksi yang ramah lingkungan. Selain membantu mengurangi pencemaran akibat sampah plastik, usaha ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam menjalankan usaha tersebut, Pesantren Nurut Thullab menggandeng warga untuk mengumpulkan sampah plastik yang kemudian diolah menjadi bahan baku paving blok. Proses produksi dilakukan secara bertahap hingga menghasilkan paving blok berkualitas dengan harga Rp70 ribu per meter.
Kolaborasi tersebut memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, volume sampah plastik di lingkungan sekitar dapat berkurang, sementara di sisi lain masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dari hasil penjualan limbah plastik kepada pesantren.
Pengurus Pesantren Nurut Thullab, Gus Hairul Umam, mengatakan pengembangan usaha ini merupakan bagian dari upaya pesantren membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan limbah.
“Kami memanfaatkan sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi menjadi paving blok yang bermanfaat. Selain membantu mengurangi limbah, kegiatan ini juga memberikan peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat yang ikut mengumpulkan sampah plastik,” ujar Gus Hairul Umam.
Pesantren Nurut Thullab mulai bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada 2026. Sejak menjadi peserta program tersebut, pesantren terus mengembangkan berbagai produk unggulan, di antaranya keripik pisang, keripik singkong, dan paving blok berbahan sampah plastik.
Menurut Gus Hairul, pendampingan melalui Program OPOP memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha pesantren, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga perluasan jaringan pemasaran.
“Kami berharap Program OPOP dapat terus berkembang dan semakin banyak membantu pesantren, khususnya pesantren yang belum mandiri secara ekonomi. Semoga semakin banyak pesantren yang memiliki usaha produktif sehingga mampu memberikan manfaat, baik untuk pesantren maupun masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menilai inovasi yang dilakukan Pesantren Nurut Thullab menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren.
Menurutnya, pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan baku paving blok membuktikan bahwa pesantren mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Apa yang dilakukan Pesantren Nurut Thullab menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat. Ketika sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Inilah semangat OPOP, yaitu mendorong lahirnya pesantren yang mandiri, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Gus Ghofirin.
Ia berharap semakin banyak pesantren di Jawa Timur yang mengembangkan produk berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat yang ingin memperoleh paving blok maupun produk unggulan lainnya dapat mengunjungi langsung Pesantren Nurut Thullab di Jalan Simpang Tiga, Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan pelopor pengelolaan lingkungan berkelanjutan.










