TVRINews, Probolinggo
Kehidupan nenek Samlana, warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, kini berubah lebih baik. Perempuan berusia 80 tahun itu tidak lagi tinggal di rumah tidak layak huni dari dinding bambu maupun bekas kandang sapi.
Sejak akhir Juni 2026, rumah Samlana dibongkar dan diganti bangunan baru melalui program bedah rumah Polres Probolinggo Kota. Rumah baru tersebut menggunakan bata ringan dengan luas sekitar 7 x 10 meter persegi.
“Rasanya senang sekali. Alhamdulillah. Terima kasih, bapak polisi. Sudah berbaik hati memperbaiki rumah saya ini,” ungkap Samlana, Rabu, 1 Juli 2026.
Samlana hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Sebelumnya ia sempat tinggal di Kuripan, Kabupaten Probolinggo, namun kemudian kembali ke kampung halaman di Wringin Anom.
Anak semata wayangnya tinggal di desa lain, sehingga kebutuhan sehari-hari Samlana banyak dibantu oleh kerabat.
Kondisi kesehatannya juga tidak stabil. Ia diketahui mengalami infeksi pada kaki akibat penyakit gula darah dan rutin menjalani perawatan medis.
“Ada dokter yang merawat kaki Bu Samlana. Dia datang setiap tiga hari sekali. Awalnya harus bayar Rp 200 ribu. Sekarang jadi Rp 50 ribu. Mungkin karena dokternya kasihan,” ujar Nur Hasanah, cicit yang merawatnya.
Selama proses pembangunan rumah, Samlana sementara waktu tinggal di bekas kandang sapi di belakang rumah. Ia bahkan harus tidur bersama beberapa ekor ayam peliharaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polres Probolinggo Kota yang kemudian memutuskan untuk melakukan program bedah rumah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico mengatakan program ini merupakan bagian dari bakti sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke 80, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini bentuk kepedulian Polri kepada warga yang membutuhkan, untuk mendapatkan hunian yang layak, aman dan nyaman untuk ditempati,” tegas AKBP Rico Yumasri saat peletakan batu pertama.
Camat Tongas Rochmad Widiarto menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Ia menilai bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Tentunya, bantuan bedah rumah ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat, dan bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Rochmad Widiarto.
Proses pembangunan rumah diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 14 hari. Mandor pengawas proyek, Heri Purnomo, menyebut bangunan yang dibangun lebih layak dibanding program sejenis sebelumnya.
“Kita lihat nanti. Kalau ada sisa anggaran, tentunya akan dibuatkan pembatas di dalam bangunan. Namun yang pasti, bangunan ini lebih baik dari bedah rumah pada umumnya. Bedah rumah yang ini full bangunan,” kata Heri Purnomo.
Program bedah rumah ini menjadi yang pertama dilakukan Polres Probolinggo Kota melalui kerja sama dengan Forkopimda Kabupaten Probolinggo. Warga berharap program serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.










