TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Hasoloan Manalu sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, 22 Juni 2026.
Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala BPKP Nomor KP.01.03/KEP-219/K/SU/2026 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak BPKP Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada hasil untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Khofifah, BPKP merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang baik melalui fungsi pengawasan, pendampingan, serta pemberian rekomendasi yang konstruktif.
Ia menilai pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi, sinkronisasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi vertikal di Jawa Timur.
“Jadi ini adalah interaksi dan komunikasi diantara kita semua yang menjadi bagian penguatan sinergi dan kolaborasi kita semua. Ini bagian penting untuk saling berbenah bagaimana kita bisa berseiring dengan tugas BPKP khususnya yang ada di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil,” tambahnya.
Khofifah mengatakan BPKP selama ini menjadi mitra penting Pemprov Jawa Timur, tidak hanya melalui fungsi pengawasan, tetapi juga lewat pendekatan assurance dan consulting yang memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, hingga respons terhadap berbagai potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“BPKP tidak hanya menjalankan fungsi auditor, tetapi juga menjadi trusted advisor sekaligus strategic partner pemerintah daerah dalam memperkuat good governance.Tentu ini dalam rangka mengawal akuntabilitas pelaksanaan berbagai program prioritas agar memberikan hasil yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada BPKP RI atas sinergi yang selama ini terjalin dalam mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dan pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, pendampingan, referensi, dan rekomendasi dari BPKP menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berdampak luas bagi pembangunan.
“Kami sangat senang jika kami mendapatkan pendampingan, referensi dan rekomendasi. Sebetulnya kebijakan strategis yang bisa kita dorong lebih produktif lagi itu menjadi sangat penting,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi dan interaksi antara Pemprov Jawa Timur dan BPKP semakin erat sehingga mampu menghasilkan detail plan sebagai landasan penyusunan kebijakan makro, baik untuk Jawa Timur maupun tingkat nasional.
“Jadi bersama BPKP saya rasa kita semua bisa membangun komunikasi dan interaksi yang lebih produktif, kita butuh detail plan untuk merumuskan macro policy secara nasional bukan hanya Jawa Timur,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah menyampaikan penghargaan kepada Abul Chair atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin BPKP Perwakilan Jawa Timur.
“Kerja sama yang telah terbangun selama ini memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai capaian pembangunan di Jawa Timur. Semoga seluruh pengabdian beliau menjadi amal ibadah jariyah dan membawa kesuksesan pada penugasan berikutnya,” ungkapnya.
Kepada Hasoloan Manalu, Khofifah menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus optimisme atas pengalaman dan kapasitas yang dimiliki untuk memperkuat sinergi antara BPKP dan pemerintah daerah.
“Kita semua hadir memberikan penguatan doa dari tugas Bapak Hasoloan Manalu. Mudah-mudahan beliau dalam menjalankan tugas semua diberikan kemudahan kesuksesan dan kekuatan untuk bisa melaksanakan semua mandat dengan baik. Selamat datang di bumi Majapahit,” terangnya.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin selama ini dapat semakin kuat demi mendukung pembangunan yang akuntabel dan berkelanjutan,” harapnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah menegaskan sinergi antara BPKP dan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045 yang maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Politik, Keamanan, Hukum, Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan, Sally Salamah, berharap kerja sama BPKP dengan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Timur terus diperkuat.
“Tentunya suasana yang tadi kita lihat sangat khidmat dan penuh semangat pengabdian. Ini amanah yang besar. Semoga kerjasama bisa terus ditingkatkan guna mendorong kemajuan di Jawa Timur dan Indonesia,” kata Sally.
“Hari ini adalah momentum pengingat kami untuk terus mengawal program prioritas Presiden. Untuk itu, kamu siap menjadi mitra strategis mengawal tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel. Kepada Bapak Hasoloan, semoga beliau bisa beradaptasi memahami kearifan lokal di Jawa Timur dan membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.










