TVRINews, Malang
Partai final turnamen sepak bola putri antar-SD yang digelar di Stadion Gajayana menghadirkan persaingan sengit sekaligus melahirkan juara baru di dua kategori usia. Pada kategori KU 10, SDN Tulungrejo 2 tampil sebagai kampiun usai mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1.
Sementara di kategori KU 12, SDN Lowokwaru 3 keluar sebagai juara setelah menundukkan SDN 3 Pandanlandung dengan skor telak 3-0.
Laga final KU 12 menjadi panggung bagi Adelice Maureen Hanum Faisal yang tampil gemilang dengan mencetak hat-trick. Tiga gol yang ia bukukan sekaligus mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan torehan 36 gol.
SDN Lowokwaru 3 langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Adelice membuka keunggulan cepat melalui dua gol pada menit ke-2 dan ke-4. Lawan sempat memiliki peluang memperkecil ketertinggalan lewat tendangan penalti, namun berhasil digagalkan penjaga gawang SDN Lowokwaru 3, Aisyah Fadzila Samha.
Dominasi SDN Lowokwaru 3 terus berlanjut hingga babak kedua. Adelice kembali mencetak gol menjelang laga usai untuk memastikan kemenangan 3-0 sekaligus melengkapi hat-trick.
Usai pertandingan, Adelice mengaku senang dapat membantu tim meraih gelar juara. Ia menyebut keberhasilan tersebut diraih melalui kerja keras dalam menjaga keseimbangan antara latihan dan istirahat.
“Pertandingannya seru banget, apalagi saya bisa mencetak tiga gol. Saya juga senang karena gol-gol itu membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih SDN Lowokwaru 3, Hazmi Wardi, mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang dinilai mampu menjalankan instruksi dengan baik sepanjang pertandingan.
Di kategori KU 10, SDN Tulungrejo 2 berhasil menunjukkan peningkatan performa dibanding seri sebelumnya. Tim tersebut sukses mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 lewat gol Azzahra Nur Fitria Umayra dan dua gol dari Kholifah Nur Avilia.
Pelatih SDN Tulungrejo 2, Tri Cahyo Suseno, mengatakan keberhasilan timnya tidak lepas dari evaluasi dan latihan intensif setelah pada seri sebelumnya hanya mampu mencapai babak delapan besar.
Turnamen tahun ini diikuti lebih dari dua ribu peserta dari ratusan sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah Malang Raya. Jumlah peserta dan tim yang meningkat menunjukkan tingginya antusiasme terhadap perkembangan sepak bola putri usia dini.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Bidang Kompetisi Kota Malang, Rochman Hadi, menilai kompetisi seperti ini penting untuk memperkuat pembinaan sepak bola putri sekaligus membuka ruang lahirnya pemain-pemain potensial dari daerah.
Sementara pelatih sepak bola nasional, Timo Scheunemann, menyebut antusiasme sekolah-sekolah di Malang Raya menjadi modal besar untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih kuat dan berkelanjutan.










