TVRINews, Surabaya
Sebanyak 27 ribu warga telah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja Puskesmas Tambakrejo, Surabaya, sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2026.
Capaian tersebut didukung strategi jemput bola dengan memperluas layanan pemeriksaan ke posyandu, sekolah, hingga pusat perbelanjaan.
Kepala Puskesmas Tambakrejo, drg. Yekti Hapsari, mengatakan perluasan jangkauan dilakukan agar semakin banyak warga dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan.
“Selain Posyandu Keluarga, kami juga melakukan pemeriksaan ke sekolah, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Kami juga menjangkau tempat-tempat umum dan pusat perbelanjaan,” ujar Yekti, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan deteksi dini atau skrining kesehatan di Posyandu Keluarga dan lokasi jemput bola lainnya. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, warga akan diarahkan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Menurut Yekti, langkah tersebut penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin sebelum berkembang menjadi lebih parah. Ia menegaskan, pemeriksaan lanjutan yang termasuk dalam rangkaian program CKG juga diberikan secara gratis.
“Hal ini penting agar penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih parah. Pemeriksaan tindak lanjut juga gratis, karena merupakan bagian dari tindak lanjut program Cek Kesehatan Gratis,” katanya.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Saat menjalani masa reses, ia menyempatkan diri menyapa warga yang sedang berobat di Puskesmas Tambakrejo.
“Jumlahnya sudah cukup banyak, mencapai 27 ribu orang, dengan pelaksanaan jemput bola ke Posyandu, sekolah, dan tempat-tempat lainnya. Ini merupakan hal yang bagus dan perlu terus dilaksanakan,” ujar Bambang.
Ia berharap masyarakat Surabaya semakin aktif memanfaatkan program CKG. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang tersedia mencakup sejumlah bagian tubuh dan indikator kesehatan, mulai dari telinga, hidung, mulut, dan gigi hingga pemeriksaan gula darah serta asam urat.
“Program ini harus dimanfaatkan agar penyakit, seperti diabetes, dapat diketahui sejak dini sebelum kondisinya menjadi parah. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan lebih awal sehingga tidak terlalu berat,” tandasnya.
Program CKG dapat diakses masyarakat melalui puskesmas terdekat. Warga juga dapat mengikuti pemeriksaan saat layanan jemput bola dijadwalkan berlangsung di wilayah masing-masing.










