TVRINews, Lamongan
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKAB) Kabupaten Lamongan menghadirkan stan kreatif bertema Piala Dunia Jadul 1938 dalam Festival Lamongan Tempo Dulu. Konsep ini muncul seiring tingginya euforia Piala Dunia 2026 di tengah masyarakat.
Stan tersebut tidak hanya menampilkan dokumentasi dan informasi sejarah Piala Dunia 1938, tetapi juga menghadirkan permainan edukatif yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat berbagai program DP3AKAB. Program yang diperkenalkan meliputi pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga layanan keluarga berencana dengan cara interaktif.
Kepala DP3AKAB Lamongan, Aini Mas'idha, menjelaskan pemilihan tema dilakukan untuk menyesuaikan momentum yang tengah ramai dibicarakan masyarakat.
"Karena saat ini masyarakat sedang euforia Piala Dunia, kami mengadopsi tema tersebut dengan konsep Lamongan Tempo Dulu. Maka kami menghadirkan stan bertajuk Piala Dunia Jadul 1938," ujar Aini, Rabu, 1 Juli 2026.
Stan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama festival. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya warga yang mengikuti permainan edukatif serta berfoto dengan latar nuansa sepak bola klasik.
Selain menjadi sarana hiburan, stan ini juga dirancang untuk memperluas jangkauan informasi layanan DP3AKAB kepada masyarakat. Aini berharap kunjungan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan di stan, tetapi juga berlanjut pada pemahaman terhadap program yang tersedia.
Aini juga mengajak pengunjung mengikuti akun media sosial resmi DP3AKAB sebagai sarana mendapatkan informasi kegiatan dan layanan.
Festival Lamongan Tempo Dulu menjadi ruang bagi berbagai instansi untuk menyampaikan program dengan cara kreatif. Kehadiran stan bertema Piala Dunia Jadul 1938 milik DP3AKAB berhasil memadukan unsur edukasi, hiburan, dan sejarah sepak bola dunia dalam satu konsep yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.










