TVRINews, Surabaya
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan sebanyak 33 ribu kepala keluarga di Jawa Timur akan menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Angka ini melonjak tajam dibanding realisasi tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3.000 kepala keluarga.
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung calon penerima manfaat di dua lokasi di Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026. Ia menyebut lonjakan tersebut sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap kepala keluarga akan menerima stimulus sebesar Rp20 juta per unit rumah.
"Rumahnya naiknya banyak ya, tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur 33.000," ujar Maruarar di sela peninjauan.
Ia merinci, dari total bantuan Rp20 juta, sebesar Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian bahan bangunan, sedangkan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Menurutnya, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Bayangkan 33 ribu rumah itu yang kerja tiga orang, sudah 99 ribu orang. Jadi ekonomi bergerak luar biasa," tegasnya.
Di lokasi yang sama, Maruarar juga menggelar sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNM Mekaar. Pendekatan ini dinilai strategis karena mayoritas penerima BSPS merupakan pelaku usaha ultra mikro, terutama ibu rumah tangga.
"Banyak ibu-ibu hebat di Surabaya ini yang menolak menyerah dengan keadaan. Mereka ada yang untungnya satu juta, satu setengah juta satu bulan. Mereka bekerja keras untuk menambah penghasilan keluarga," ungkapnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, turut mengawal penyaluran bantuan. Dari total 33 ribu penerima di Jawa Timur, sebanyak 1.200 kepala keluarga berada di Surabaya. Proses verifikasi lapangan terus dipercepat agar penyaluran tepat sasaran.
"Alhamdulillah dari 1.200 ini sudah terverifikasi ada 600 sampai 1 Mei. Nah ini kami akan selesaikan dengan cepat sehingga sesuai dengan target," jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah pusat. Ia menilai BSPS menjadi wujud nyata prioritas nasional dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
"Kami bahagia dan bangga bahwa penguatan dari Pak Menteri, dan ternyata ini juga menjadi bagian dari program prioritas Pak Presiden yang ingin rakyatnya punya rumah layak huni, yang ingin rakyatnya punya rumah sendiri," kata Khofifah.
"Terima kasih kita kepada Pak Presiden Prabowo. Mudah-mudahan semua diberikan kemudahan," sambungnya.










