TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu, 11 Juli 2026.
Kejuaraan yang diikuti 2.436 atlet dari 133 tim berbagai provinsi di Indonesia itu dibuka dengan penembakan electronic starting gun oleh Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Malang Sanusi dan Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan medali kepada para juara. Di kategori putri, medali emas diraih Yasmin dari Jawa Timur, perak diraih Disna dari Jawa Tengah, dan perunggu diraih Dinda dari Jawa Barat. Yasmin diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Sementara di kategori putra, medali emas diraih Ataya dari Jawa Tengah, medali perak diraih Vasa dari Jawa Timur, dan medali perunggu diraih Viara dari Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan setiap prestasi atlet merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin, kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah.
“Prestasi tidak lahir di garis finis, tetapi dibangun melalui proses panjang yang penuh disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” ujar Khofifah dikutip, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurutnya, kejuaraan olahraga tidak hanya menjadi ajang menentukan juara, tetapi juga sarana membangun karakter, menguji sportivitas, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.
Khofifah menilai kompetisi seperti Jatim Open memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga nasional. Ajang tersebut menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menjadi arena talent scouting menuju level yang lebih tinggi.

“Melalui kompetisi seperti inilah kita dapat menemukan talenta baru, mengukur hasil pembinaan, sekaligus mempersiapkan atlet untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus berkomitmen memperkuat ekosistem olahraga prestasi melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatihan, dan penyediaan sarana olahraga. Upaya tersebut telah membuahkan hasil, salah satunya dengan raihan dua medali emas dan satu medali perak cabang olahraga sepatu roda pada PON XXI 2024.
Ia berharap capaian tersebut terus dipertahankan sehingga Jawa Timur tidak hanya menjadi daerah berprestasi, tetapi juga mampu menjadi pemasok atlet nasional di berbagai cabang olahraga.
“Dengan kompetisi dan pembinaan yang konsisten, saya optimistis Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai lumbung atlet nasional yang mampu melahirkan juara-juara untuk Indonesia,” tegasnya.
Khofifah juga mengaitkan pembinaan olahraga dengan upaya membangun karakter generasi muda. Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Nasional pada Juli, ia menyebut pembinaan atlet di Jawa Timur selama ini terbebas dari kasus penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, olahraga menjadi media efektif untuk menanamkan sportivitas, membangun energi positif, serta membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang atas penyelenggaraan Jatim Open I yang dinilainya sebagai salah satu kejuaraan sepatu roda terbesar di Indonesia.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan Bapak Bupati Malang. Kejuaraan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan lebih dari 2.400 atlet dari berbagai provinsi sekaligus menjadi ajang mengukur kemampuan atlet dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Velix menilai tingginya partisipasi atlet, dukungan fasilitas olahraga, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Jawa Timur memiliki semua modal untuk menjadi lumbung atlet nasional. Fasilitasnya memadai, pembinaannya berjalan baik, kompetisinya rutin, dan prestasinya terus konsisten. Kejuaraan seperti Jatim Open ini akan semakin memperkuat lahirnya atlet-atlet nasional dari Jawa Timur,” pungkasnya.










