TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan 152 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 yang akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA dan SMK unggulan di Jawa Timur.
Penegasan itu disampaikan Khofifah saat memberikan pembekalan sekaligus menerima peserta Program ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang.
Di hadapan para siswa, Khofifah berpesan agar mereka memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak para peserta untuk disiplin, bekerja keras, dan terus menuntut ilmu sebagai bekal membangun Tanah Papua dan Indonesia.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini serta harapan orang tua. Bersekolahlah di sini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan perbanyaklah mencari ilmu. Ilmu yang kalian peroleh harus berguna bagi pembangunan Papua dan Indonesia,” ujar Khofifah, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut Khofifah, tidak ada batas bagi anak-anak Papua untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Melalui pendidikan, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi profesor, jenderal, menteri, maupun pemimpin bangsa.
Ia mencontohkan sejumlah putra-putri Papua yang berhasil menorehkan prestasi hingga menduduki jabatan strategis di tingkat nasional, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Yohana Yembise, perempuan Papua pertama yang menjadi menteri sekaligus guru besar.
“Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya. Mudah-mudahan semua yang kalian cita-citakan bisa tercapai,” katanya.
Khofifah juga menegaskan bahwa para siswa Papua tidak akan menjalani pendidikan seorang diri selama berada di Jawa Timur. Pemerintah provinsi, sekolah, dan para guru akan menjadi keluarga yang mendampingi mereka selama menempuh pendidikan.

“Anak-anakku dari Papua, saya adalah mama kalian selama kalian belajar di Jawa Timur. Belajarlah sebaik-baiknya, disiplin, dan perbanyak ilmu. Mudah-mudahan seluruh cita-cita kalian bisa tercapai,” ucapnya.
Selain itu, Khofifah menitipkan seluruh peserta ADEM kepada kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah. Menurutnya, para siswa tersebut merupakan putra-putri bangsa yang harus dibimbing bersama agar menjadi generasi unggul.
“Saya titipkan mereka kepada seluruh kepala sekolah. Mereka adalah putra-putri kita semua. Tugas kepala sekolah dan guru adalah membimbing mereka menjadi generasi terbaik bangsa, kebanggaan Indonesia, dan kebanggaan Tanah Papua,” tegasnya.
Menutup pembekalannya, Khofifah mengajak para siswa menyanyikan penggalan lagu Tanah Papua sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Ia berharap para peserta kelak kembali ke Papua untuk berkontribusi membangun daerah asalnya.
“Cintailah selalu Tanah Papua. Belajarlah dengan sungguh-sungguh di Jawa Timur, lalu pulanglah untuk membangun Papua dan menjaga Merah Putih. Papua maju, Indonesia semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua, Velix Wanggai, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas konsistensinya mendukung peningkatan kualitas SDM Papua melalui Program ADEM.
Menurut Velix, kesempatan belajar di Jawa Timur menjadi modal penting bagi generasi muda Papua untuk meningkatkan kualitas diri dan daya saing.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus membuka ruang bagi anak-anak terbaik kami untuk menimba ilmu di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jawa Timur merupakan tempat yang tepat bagi para siswa Papua untuk menempuh pendidikan karena tidak hanya memiliki kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga kaya akan budaya serta nilai-nilai kebangsaan yang kuat.










