TVRINews, Banyuwangi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat 3 Juli 2026 sore. Kegiatan ini disambut antusias warga yang sejak awal sudah memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan komoditas pangan bersubsidi. Berbagai kebutuhan pokok dijual, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, tepung terigu hingga cabai dengan harga di bawah pasaran.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pasar murah menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
Menurut Khofifah, pengendalian inflasi tidak cukup hanya menjaga pasokan. Hal penting lainnya adalah memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan dengan harga lebih murah.
“Kebutuhan pokok dengan harga terjangkau ini akan terus kami hadirkan di berbagai daerah. Ini perlu sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Perum Bulog, Pemerintah Kabupaten serta berbagai pihak. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan gejolak harga,” tegas Khofifah, Sabtu, 4 Juli 2026.
Dalam pasar murah tersebut, beras premium dijual Rp14.000 per kg, beras medium Rp11.000 per kg, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kg, gula pasir Rp14.000 per kg, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, daging ayam ras Rp25.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
Selain kebutuhan pokok, kegiatan ini juga menghadirkan produk industri kecil dan menengah (IKM) Jawa Timur. Kehadiran pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperluas pemasaran sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Antrian warga terlihat tertib selama kegiatan berlangsung. Petugas dari Perum Bulog bersama panitia melayani pembelian komoditas secara bergantian hingga seluruh stok yang disiapkan tersalurkan.
“Pasar murah ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jatim dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan di berbagai daerah,” tutup Khofifah.










