TVRINews, Surabaya
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I bersama Kantor Pelayanan Pajak di wilayah Kota Surabaya menggelar Pajak Bertutur 2026 secara serentak di 14 sekolah mitra inklusi.
Kegiatan bertema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” ini digelar untuk mengenalkan fungsi dan manfaat pajak sekaligus menanamkan kesadaran perpajakan kepada generasi muda sejak dini.
Di Kota Surabaya, kegiatan tersebut melibatkan 834 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 14 sekolah turut menjadi mitra, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Pajak Bertutur merupakan bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak di bidang pendidikan yang secara rutin digelar Direktorat Jenderal Pajak sejak 2017.
Kegiatan tahun ini dilaksanakan serentak secara nasional dengan melibatkan 34 Kanwil DJP, 352 KPP, serta 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan atau KP2KP.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, turut menghadiri kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya. Ia mengatakan edukasi perpajakan kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang memiliki literasi dan kesadaran pajak.
“Melalui Pajak Bertutur, peserta memperoleh edukasi mengenai pengenalan APBN, pengertian dan fungsi pajak, pengelolaan serta manfaat pajak bagi pembangunan, dan peran generasi muda dalam mendukung kepatuhan pajak di masa depan,” ujar Max.
Menurut Max, pemahaman mengenai pajak perlu diberikan sejak peserta didik agar mereka memahami hubungan antara penerimaan negara dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Pajak memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Selain mendukung pembangunan infrastruktur, penerimaan pajak juga digunakan untuk pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui berbagai program di bidang pendidikan,” katanya.
Max menambahkan, generasi muda saat ini merupakan calon wajib pajak yang nantinya akan berperan dalam menopang pembangunan nasional.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. Mereka yang saat ini menjadi peserta didik akan menjadi wajib pajak di masa depan dan diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi melalui pemenuhan kewajiban perpajakan,” jelasnya.
Selain penyampaian materi secara langsung, Pajak Bertutur 2026 juga diisi dengan sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa”. Kegiatan tersebut diikuti peserta secara luring dari Kantor Pusat DJP maupun secara daring melalui Zoom oleh unit vertikal DJP di seluruh Indonesia.
Materi perpajakan disampaikan dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan atau joyful learning. Cara ini dilakukan agar peserta didik lebih mudah memahami konsep APBN, fungsi pajak, serta manfaat penerimaan pajak dalam kehidupan sehari-hari.
DJP berharap kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan pajak sebagai kewajiban, tetapi juga membangun karakter dan sikap positif sejak dini.
Kesadaran pajak dapat diwujudkan melalui berbagai perilaku sehari-hari, seperti menjaga fasilitas umum, bersikap jujur, berkontribusi untuk kepentingan bersama, serta ikut menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya pajak.
Melalui Program Inklusi Kesadaran Pajak, Kanwil DJP Jawa Timur I berkomitmen melanjutkan edukasi perpajakan kepada generasi muda sebagai calon wajib pajak atau future taxpayer.
Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki pemahaman perpajakan, kesadaran untuk berkontribusi, serta kepatuhan pajak secara sukarela demi mendukung pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.










