TVRINews, Surabaya
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menugaskan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.
Keputusan tersebut diumumkan dalam agenda konsolidasi pengurus di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya. PWNU Jawa Timur menyatakan penugasan itu merupakan hasil musyawarah internal yang didukung seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, mengatakan keputusan tersebut murni merupakan hasil mekanisme organisasi tanpa campur tangan pihak lain.
"Ini bukan keinginan pribadi Gus Kikin dan bukan pula arahan dari PBNU. Keputusan ini murni hasil musyawarah Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur," kata Abdul Matin.
Menurutnya, proses pengambilan keputusan dilakukan melalui serangkaian rapat yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Hasilnya, seluruh 45 PCNU di Jawa Timur menyatakan dukungan terhadap pencalonan Gus Kikin.
PWNU Jawa Timur menilai Gus Kikin memiliki pengalaman organisasi, latar belakang kepesantrenan, serta perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan dalam memberikan mandat untuk maju pada Muktamar NU ke-35.
Menanggapi penugasan tersebut, Gus Kikin mengaku semula tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, ia menyatakan siap menjalankan amanah organisasi.
"Saya sebenarnya tidak memiliki niat untuk mencalonkan diri. Tetapi ketika ini menjadi amanah dari PWNU Jawa Timur dan didukung seluruh PCNU se-Jawa Timur, tentu saya harus siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Gus Kikin menegaskan fokus utamanya adalah menjaga tradisi Nahdlatul Ulama, memperkuat persatuan warga NU, serta memastikan organisasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai pesantren dan Qanun Asasi.
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjadikan Muktamar sebagai momentum mempererat ukhuwah, bukan ajang perpecahan.
Sementara itu, PWNU Jawa Timur menyatakan belum membahas secara khusus terkait posisi Rais Aam PBNU. Pembahasan mengenai hal tersebut akan dilakukan lebih lanjut menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.










