TVRINews, Nganjuk
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pasar Murah menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim di Lapangan Kelurahan Kramat, Jalan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Minggu (16/8/2026).
Ratusan warga tampak antusias mendatangi lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah pasaran. Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan Pasar Murah ke-93 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026.
"Harapannya ini adalah penetrasi pengendalian inflasi," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, pelaksanaan Pasar Murah sengaja dilakukan di sejumlah titik yang dekat dengan permukiman warga, terutama kawasan yang aksesnya relatif jauh dari pasar tradisional. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan harga lebih murah, tetapi juga lebih mudah memperoleh kebutuhan pangan.
"Tentu harapannya kita bisa memudahkan, mendekatkan jangkauan pemenuhan logistik masyarakat," katanya.
Khofifah memastikan program Pasar Murah akan terus digelar hingga akhir tahun di berbagai daerah yang membutuhkan intervensi pemerintah.
"Pasar Murah ini unlimited. Sampai akhir tahun terus kita gelar. Nanti ganti tahun kita mulai lagi," tegas Khofifah.
Harga Kebutuhan Pokok di Bawah Pasaran
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Beras premium dijual Rp14 ribu per kilogram, beras medium Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp20 ribu per pack, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, dan gula pasir Rp14 ribu per kilogram.
Selain itu, bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6 ribu per 250 gram, cabai Rp5 ribu per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30 ribu per pack.
Khofifah mengatakan selisih harga tersebut menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Bisa dicek harga di pasar, minyak kita satu liter berapa dan di sini berapa. Gula di pasar berapa, di sini berapa. Harganya semua jauh di bawah harga pasar. Kami akan terus menggelar Pasar Murah di titik-titik yang memang membutuhkan intervensi," ungkapnya.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat.
Pemprov Jatim juga terus memantau ketersediaan sejumlah komoditas pangan, termasuk minyak goreng Minyakita. Pemantauan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait dan turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan tetap tersedia.
"Sempat ada pengurangan suplai Minyakita. Kami koordinasi dengan Bulog dan juga blusukan ke pasar-pasar untuk memonitor apakah ketersediaannya cukup atau tidak," jelas Khofifah.
Khofifah Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih
Selain menggelar Pasar Murah, kunjungan Khofifah ke Nganjuk juga diwarnai kegiatan pembagian lebih dari seribu Bendera Merah Putih kepada warga dan pelajar SMKN 2 Nganjuk.
Bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Khofifah mengajak masyarakat membentangkan dan mengibarkan bendera. Mereka juga menyanyikan lagu nasional Hari Merdeka dan Bendera.
"Karena ini bulan kemerdekaan, bulan Agustus, maka di setiap titik itu kami membagikan Bendera Merah Putih sambil kita minta untuk dikibarkan dan menyanyikan lagu Hari Merdeka," tutur Khofifah.
Khofifah mengatakan pembagian bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
"Kami bersyukur bahwa semangat untuk meneguhkan, menguatkan, dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat kuat di semua lini yang kami sapa," ungkapnya.
Ia juga menceritakan adanya warga yang mengaku sudah puluhan tahun tidak menyanyikan lagu perjuangan bersama-sama.
"Ada di antara mereka yang sudah puluhan tahun tidak menyanyikan lagu Hari Merdeka. Hari ini menjadi hari bahagia mereka, di bulan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Khofifah.
Khofifah Ajak Pelajar Papua Terus Berprestasi
Dalam kunjungannya, Khofifah juga menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah pelajar asal Papua yang bersekolah di SMKN 2 Nganjuk melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua.
Khofifah berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengundang para pelajar tersebut menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 17 Agustus 2026.
Salah seorang siswa ADEM asal Wamena, Papua Pegunungan, Chandison Wesal (17), mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Khofifah.
"Saya ingin kuliah Akuntansi di Jember, supaya nanti saat kembali ke Papua saya bisa membangun Papua. Saya berharap banyak adik-adik saya di Papua yang bisa mendapatkan beasiswa di Jawa Timur seperti saya," ujarnya.
Sementara itu, Novita (16), siswi kelas XI SMKN 2 Nganjuk, mengaku bangga mendapat Bendera Merah Putih langsung dari Gubernur Jawa Timur.
"Alhamdulillah senang sekali saya dapat bendera dari Ibu Gubernur. Ini pengalaman pertama saya bertemu Gubernur Jawa Timur. Saya senang sekali," kata Novita.
Bagi Suwarni (67), warga sekitar Lapangan Kramat, Pasar Murah memberikan manfaat langsung bagi keluarganya. Ia mengaku terbantu dengan beras yang diperolehnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama dua cucunya.
"Saya senang sekali, terima kasih Ibu Gubernur. Ini sangat membantu, bisa buat makan saya dan dua cucu saya yang sudah tidak punya bapak ibu," pungkas Suwarni.










