TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sekaligus fondasi pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 dan mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029 di Grand City Exhibition Hall Surabaya.
Menurut Khofifah, pembangunan infrastruktur yang kuat menjadi kunci untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Mari kita jadikan Expo Konstruksi Jawa Timur Tahun 2026 ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Mari kita bangun sektor jasa konstruksi yang semakin profesional, berdaya saing, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,”ujar Khofifah.
Ia mengatakan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, investasi, dan konektivitas nasional dengan kontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Karena itu, pembangunan infrastruktur di Jawa Timur terus didorong melalui penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan industri dan logistik, pembangunan infrastruktur sumber daya air, hingga pengembangan sistem transportasi terintegrasi.
“Kita terus mendorong pembangunan mulai dari penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan industri dan logistik, peningkatan infrastruktur sumber daya air, pembangunan fasilitas pelayanan publik, hingga pengembangan sistem transportasi yang semakin terintegrasi,”jelasnya.
Khofifah menilai kualitas infrastruktur akan menentukan kualitas pelayanan publik, produktivitas ekonomi, serta daya saing daerah di masa depan. Karena itu, pembangunan sektor konstruksi harus berlandaskan pada prinsip kualitas, integritas, dan keberlanjutan.

Menurutnya, sektor konstruksi juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti digitalisasi konstruksi, Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), konstruksi hijau, efisiensi energi, hingga peningkatan standar keselamatan kerja.
“Jasa konstruksi memiliki peranan penting untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Timur. Sumber daya manusia berkualitas di sektor ini berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan,”lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/331/013/2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi profesi, hingga masyarakat jasa konstruksi dalam memperkuat pembangunan infrastruktur di Jawa Timur.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Penghargaan Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik diberikan kepada Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk.
Sementara penghargaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.










