TVRINews, Surabaya
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Triono Basuki, sopir truk ekspedisi yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8, tiba di rumah duka di Jalan Gundih 2, Surabaya.
Jenazah Triono, 45 tahun, akhirnya dipulangkan ke rumah setelah berhasil ditemukan oleh tim pencarian. Kedatangannya disambut keluarga, kerabat, dan tetangga yang sejak pagi menunggu.
Peti jenazah langsung diturunkan dari ambulans dan dibawa masuk ke rumah duka. Suasana haru pecah ketika keluarga melihat jenazah Triono untuk terakhir kalinya.
Triono diketahui menjadi salah satu korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Saat kejadian, ia tengah menjalankan pekerjaannya sebagai sopir truk ekspedisi untuk mengirim barang menuju Pulau Kalimantan.
Ironisnya, sang kernet yang berangkat bersama Triono hingga kini masih dalam pencarian.
Setelah diserahterimakan dari Dinas Sosial Jawa Timur kepada pihak keluarga, jenazah Triono langsung disemayamkan di rumah duka untuk kemudian disalatkan dan dimakamkan di TPU Tembok, Surabaya.
Bagi keluarga, Triono dikenal sebagai sosok yang dekat dengan saudara dan selalu membantu ketika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan.
Keluarga mengaku terakhir kali bertemu Triono pada Kamis, sebelum korban berangkat menjalankan pekerjaannya.
“Kami keluarga sangat kehilangan. Almarhum begitu dekat dengan keluarga, baik dan tidak segan membantu saudara yang tengah kesulitan, meskipun dia juga harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya,” ujar Ruli, kerabat korban.
Ruli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian hingga jenazah Triono berhasil ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga.
“Alhamdulillah, meskipun saudara kami pulang hanya jasad, kami tetap mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah membantu menemukan jenazah sehingga bisa kami makamkan dengan layak,” katanya.
Berdasarkan manifes, Kapal Virgo Transport 8 diketahui mengangkut 243 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 71 orang meninggal dunia.
Sementara itu, sejumlah jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi di Posko Disaster Victim Identification atau DVI Polda Kalimantan Selatan dengan dukungan Pusdokkes Polri.
Proses identifikasi dilakukan karena sebagian kondisi jenazah sulit dikenali secara visual sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.










