TVRINews, Lumajang
Dua unit helikopter milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.
Salah satu helikopter melakukan water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas melalui jalur darat. Pengambilan air untuk operasi pemadaman dilakukan dari Danau Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Danau Ranu Pani sebelumnya juga digunakan sebagai sumber air dalam operasi pemadaman kebakaran hutan di kawasan konservasi Bromo.
Kepala Seksi Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agus Kusuma Negara, mengatakan pengerahan helikopter membantu petugas menjangkau lokasi kebakaran yang berada di lereng terjal maupun kawasan dengan akses terbatas.
“Dengan adanya water bombing ini, diharapkan titik-titik api yang berada di tebing atau puncak gunung dapat segera dipadamkan. Pemadaman secara manual tetap dilakukan, tetapi helikopter dapat menjangkau wilayah yang sulit didatangi petugas,” ujar Agus, Senin, 31 Agustus 2026.
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru diketahui mulai terjadi pada 28 Agustus 2026. Titik api pertama terpantau di kawasan Blok Ranu Kumbolo sebelum kemudian meluas ke sejumlah lokasi lain, di antaranya Blok Ayak-Ayak dan Blok Bangunan Cilik.
Balai Besar TNBTS mencatat luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai lebih dari 160 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman hingga kini masih berlangsung.
Selain menggunakan helikopter, upaya pemadaman juga dilakukan secara manual dari darat. Puluhan personel gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lumajang, serta relawan dikerahkan untuk melakukan penanganan di sejumlah titik.
Petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan guna mencegah api kembali meluas ke kawasan hutan lainnya.









