TVRINews, Malang
Pemerintah Kota Malang meluncurkan 73 unit Angkutan Pelajar Gratis 2026 untuk menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi pelajar sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat berangkat dan pulang sekolah.
Program yang didukung melalui APBD Kota Malang tersebut mendapat apresiasi dari Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. Menurutnya, keberadaan angkutan pelajar gratis dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Peluncuran berlangsung di Balai Kota Malang, Senin (31/8/2026), dan dihadiri sekitar 250 orang. Hadir di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkot Malang, serta perwakilan pengemudi angkutan pelajar.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. mengatakan fasilitas transportasi gratis tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan pelajar, terutama mereka yang belum memenuhi persyaratan berkendara.

“Angkutan pelajar gratis ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan keselamatan pelajar, terutama yang masih belum memiliki SIM, sekaligus mendukung tertib berlalu lintas,” ujar Danang.
Menurut Danang, penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun yang belum disiplin menggunakan perlengkapan keselamatan menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga keamanan lalu lintas.
Karena itu, ia menilai penyediaan angkutan khusus pelajar dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan pelanggaran sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalan raya.
Danang juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keselamatan pelajar. Pemerintah, kepolisian, sekolah, orang tua, pengemudi, dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Ia meminta pelajar memanfaatkan angkutan gratis tersebut secara tertib. Sementara pengemudi diharapkan mengutamakan keselamatan, kedisiplinan, dan memberikan pelayanan yang baik kepada para pelajar.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan peluncuran 73 unit angkutan pelajar gratis merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam memperkuat layanan transportasi publik.
“Program ini diharapkan memperkuat transportasi publik dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi,” kata Wahyu.
Peluncuran angkutan pelajar gratis ditandai dengan peninjauan armada, foto bersama pengemudi, serta pemberangkatan perdana melalui prosesi flag off.
Pemkot Malang berharap keberadaan 73 unit angkutan tersebut dapat mempermudah akses transportasi bagi pelajar, mengurangi beban biaya perjalanan keluarga, sekaligus menekan penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang belum memenuhi persyaratan berkendara.
Program ini juga diharapkan mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Malang.









