TVRINews, Malang
Jumlah pelanggan kereta api jarak jauh di Stasiun Malang mengalami peningkatan selama sepuluh bulan pertama 2026. Jumlahnya bertambah hampir 60 ribu pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api. Untuk mengakomodasi mobilitas pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 mulai 1 Desember 2026.
Penerapan grafik perjalanan terbaru ini mencakup penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan, pola perjalanan, hingga stasiun pemberhentian. Penyesuaian dilakukan untuk mengoptimalkan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan.
Salah satu perubahan yang dapat dirasakan pelanggan adalah pengurangan waktu tempuh pada sejumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Malang.
Berdasarkan perbandingan dengan Gapeka 2025, KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen menjadi perjalanan dengan pengurangan waktu tempuh terbesar, yakni 35 menit. Sementara itu, waktu perjalanan KA Malabar Sore relasi Malang–Bandung berkurang 22 menit.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan penerapan Gapeka 2026 merupakan bagian dari upaya KAI menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui penerapan Gapeka 2026, kami berharap perjalanan kereta api semakin optimal dan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Sejumlah perjalanan juga memiliki waktu tempuh yang lebih singkat sehingga mobilitas masyarakat menjadi semakin efisien. Namun, seiring dengan adanya penyesuaian jadwal dan pola perjalanan, kami mengimbau pelanggan, khususnya yang akan berangkat dari Stasiun Malang, untuk selalu memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum melakukan perjalanan,” ujar Mahendro kutip Rabu, 4 November 2026.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan yang bepergian mulai 1 Desember 2026 untuk memeriksa kembali informasi perjalanan pada tiket. Hal yang perlu diperhatikan antara lain tanggal dan waktu keberangkatan, waktu kedatangan, stasiun asal dan tujuan, serta stasiun pemberhentian.
Pemeriksaan ulang terutama diperlukan bagi pelanggan yang telah membeli tiket atau terbiasa menggunakan jadwal sebelumnya. Dengan mengetahui perubahan sejak awal, pelanggan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan menuju stasiun dan mempersiapkan proses pemeriksaan tiket agar tidak tertinggal kereta.
Pemesanan tiket untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 telah tersedia melalui aplikasi Access by KAI. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melihat jadwal terbaru, memilih perjalanan, memeriksa ketersediaan tempat duduk, serta melakukan pembelian tiket.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Access by KAI dalam merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI. Pastikan jadwal yang dipilih telah sesuai dengan kebutuhan perjalanan, termasuk waktu dan stasiun pemberhentian. Ketelitian dalam memeriksa informasi perjalanan merupakan langkah sederhana yang sangat penting agar pelanggan dapat bepergian dengan lebih tenang, nyaman, dan lancar,” tambah Mahendro.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai jadwal, pemesanan tiket, dan layanan kereta api lainnya, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121 atau (021) 121. Informasi juga tersedia melalui WhatsApp 0811-2223-3121 dan akun Instagram resmi KAI @kai121_
KAI Daop 8 Surabaya berharap pemberlakuan Gapeka 2026 dapat memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat. Pelanggan juga diimbau untuk selalu memperbarui informasi dan memastikan jadwal keberangkatan sebelum menuju stasiun.









