TVRINews, Surabaya
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan fasilitas pengiriman gratis bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Cabang Pelni Surabaya Roni Abdullah menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan program diskon 100 persen tarif muatan kapal penumpang Pelni yang difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan.
"Program ini berbentuk diskon 100 persen untuk tarif muatan kapal penumpang PELNI. Ini bisa digunakan masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya melalui kapal-kapal PT PELNI," kata Roni, Minggu, 23 Agustus 2026.
Merespons antusiasme masyarakat Jawa Timur yang tinggi, Pelni bekerja sama dengan PT Pelindo dan KSOP membuka posko bersama di Terminal Gapura Surya Nusantara, Surabaya, sejak 16 Agustus 2026.

(Kepala Cabang Pelni Surabaya, Roni Abdullah. [Foto: TVRI Jawa Timur])
"Antusias masyarakat cukup luar biasa, khususnya masyarakat yang ada di Jawa Timur. Kami bersama teman-teman Pelindo, KSOP dan PELNI menginisiasi dibentuknya posko," ujarnya.
Posko bersama tersebut terus dioperasikan guna memfasilitasi pengumpulan bantuan dari masyarakat maupun lembaga. Untuk tahap berikutnya, Pelni menyiagakan KM Tidar yang dijadwalkan bertolak dari Surabaya pada 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB menuju rute Makassar, Baubau, hingga Maumere.
"Silakan masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan barang untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur bisa memanfaatkan KM Tidar yang berangkat tanggal 30," jelasnya.
Roni menambahkan bahwa batas waktu pelaksanaan program diskon 100 persen ini masih menyesuaikan arahan teknis dari pemerintah pusat.
"Berakhirnya masih belum. Tentunya kita menunggu pemberitahuan selanjutnya dari pemerintah dan PELNI," katanya.
Sebelumnya, KM Tidar telah mengangkut ratusan paket logistik pada pemberangkatan 16 Agustus dan tiba di Maumere pada 19 Agustus 2026. Bantuan yang tiba langsung diserahkan kepada BPBD Maumere untuk didistribusikan ke warga.
"Untuk saat ini yang sudah tersalurkan kurang lebih hampir 300 koli melalui KM Tidar. Itu khusus yang dari Surabaya, belum termasuk dari cabang lain seperti Makassar dan Bau-Bau," pungkasnya.
Sebagian besar bantuan yang telah dan akan dikirimkan terdiri dari logistik mendesak serta kebutuhan pokok harian bagi para korban bencana.










