TVRINews, Probolinggo
Sebanyak 35 jurnalis dari berbagai media di Indonesia berhasil meraih beasiswa pendidikan jenjang magister (S2) setelah bersaing dengan 475 peserta. Para penerima beasiswa tersebut mengikuti malam inaugurasi yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 1 November 2026.
Salah satu jurnalis yang berhasil lolos seleksi adalah Puji Anugerah Leksono dari TVRI Jawa Timur. Dalam program tersebut, Puji menghasilkan delapan karya jurnalistik televisi yang mengangkat isu-isu di wilayah liputannya.
Karya tersebut disusun dengan memadukan kekuatan visual dan pesan pemberitaan, sekaligus mengedepankan karakter TVRI sebagai televisi publik.
Puji mengungkapkan, proses yang dilaluinya menjadi pengalaman berharga, terutama dalam menghasilkan karya jurnalistik yang mengangkat pembangunan daerah dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sangat luar biasa ya. Perjalanan panjang dalam beberapa bulan terakhir. Menghasilkan karya jurnalistik yang sesuai dengan karakter TVRI sebagai TV publik. Yang dipadukan dengan peran bank BRI dalam membangun daerah dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah,” kata Puji.
Program beasiswa jurnalistik tersebut telah berlangsung sejak 2013 dan kini memasuki penyelenggaraan batch ketujuh. Melalui program ini, jurnalis dari berbagai media mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Perwakilan penyelenggara, Dhanny, mengatakan dukungan terhadap pendidikan jurnalis merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri media.
Ia menilai tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring derasnya arus informasi. Di tengah perkembangan tersebut, jurnalis dituntut menjaga akurasi, kredibilitas, dan keberimbangan pemberitaan.
“Jangan sampai informasi kepada publik tidak berimbang. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada rekan-rekan jurnalis untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya,” ujar Dhanny.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan ke kawasan urban farming di Kelurahan Pajajaran, Kota Bandung. Kawasan tersebut menjadi contoh pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan pertanian perkotaan yang melibatkan masyarakat.
Warga tidak hanya didorong untuk bercocok tanam, tetapi juga mengembangkan pemasaran hasil panen agar kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan penghasilan.
Senior Manager Corporate Secretary Division, Agusman Muhammad Latif, menyebut urban farming dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui optimalisasi lahan yang tersedia.
“Melalui urban farming, kami ingin mendorong peningkatan ketahanan pangan masyarakat dengan mengoptimalkan lahan yang terbatas. Lahan yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan,” pungkasnya.









