TVRINews, Blitar
Aksi ribuan masyarakat berebut telur di Blitar terjadi pada 1 Juni 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kanigoro. Pembagian satu juta butir sekitar 62,5 ton telur gratis ini merupakan bentuk protes massal dari ratusan peternak ayam petelur rakyat.
Ratusan peternak dari Blitar Raya, Trenggalek, Tulungagung, dan Kediri membawa sekitar 200 mobil pikap yang dipenuhi telur. Warga yang telah memadati lokasi sejak pagi langsung menyerbu titik-titik pembagian saat telur mulai dibagikan.
Koordinator aksi, Suyanto mengatakan, pembagian telur gratis dilakukan karena harga telur saat ini berada pada level yang sangat rendah. Menurutnya, harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram, sementara biaya produksi mencapai Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram.
"Melalui aksi damai ini, kami para peternak menuntut pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan menyelamatkan usaha peternakan rakyat," ujar Suyanto.
Ia menjelaskan bahwa para peternak terus mengalami kerugian akibat tingginya harga pakan, terutama jagung, yang tidak sebanding dengan harga jual telur di pasaran. Kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan mempertahankan usahanya.
Di tengah aksi pembagian telur, Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menemui para peternak. Keduanya mendengarkan langsung keluhan yang disampaikan dan berjanji akan meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.
"Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat agar ada solusi, terutama terkait harga pakan yang saat ini masih tinggi," kata Rijanto.
Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan menekan biaya produksi. Mereka menilai Blitar sebagai salah satu sentra telur nasional layak mendapatkan perhatian lebih agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.










