TVRiNews, Lumajanag
Pesantren Al Fatah di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, pesantren ini juga membangun ekosistem kewirausahaan yang melibatkan pengurus serta para santri.
Salah satu unit usaha yang menjadi andalan adalah peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Saat ini, jumlah ternak yang dikelola telah mencapai lebih dari 300 ekor dan dinilai memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk peternakan.
Selain peternakan ayam KUB, Pesantren Al Fatah juga mengelola koperasi konsumsi yang melayani kebutuhan santri dan masyarakat sekitar, serta budidaya selada hidroponik sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern di lingkungan pesantren.
Pengembangan berbagai unit usaha tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat perekonomian pesantren, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri. Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas usaha, para santri dibekali pengalaman mengelola bisnis, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Memasuki tahun 2026, Pesantren Al Fatah bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pendampingan, penguatan manajemen, hingga perluasan akses pemasaran.
Pengurus Pesantren Al Fatah, Gus Fuad Latif, mengatakan program OPOP menjadi peluang bagi pesantren untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional sekaligus mencetak santri yang memiliki jiwa kewirausahaan.
“Kami berharap melalui Program OPOP Jawa Timur, usaha yang kami jalankan dapat berkembang dari sisi manajemen, produksi, maupun pemasaran. Lebih dari itu, kami ingin para santri memiliki keterampilan berwirausaha sehingga mampu menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin. Ia menilai Pesantren Al Fatah telah menunjukkan bagaimana lembaga pendidikan berbasis pesantren mampu mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan mengembangkan peternakan ayam KUB hingga memiliki lebih dari 300 ekor menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pengembangan peternakan ayam KUB ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki pesantren. Kami berharap kapasitas usaha terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin luas, baik bagi santri, pesantren, maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Melalui pengembangan koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik, Pesantren Al Fatah terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang juga mampu mendorong kemandirian ekonomi. Sinergi dengan Program OPOP Jawa Timur diharapkan menjadi langkah untuk memperluas manfaat usaha pesantren sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.










