TVRINews, Surabaya
Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini mendorong Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat kajian, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Risma saat memberikan orasi ilmiah pada puncak Dies Natalis ke-13 Unusa. Ia menilai berbagai persoalan seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga perubahan iklim membutuhkan keterlibatan aktif dunia akademik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Dalam konteks inilah, perguruan tinggi memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Risma.
Berbekal pengalamannya di pemerintahan, mantan Wali Kota Surabaya itu menilai penyelesaian persoalan sosial tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata.
Risma juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, sinergi lintas sektor akan mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menyatakan momentum dies natalis menjadi titik penguatan transformasi kampus. Ia mengungkapkan Unusa baru saja meraih peringkat ke-86 dunia pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026 untuk indikator kesehatan.
“Capaian ini menempatkan Unusa di posisi ketiga nasional setelah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut, Unusa berencana mengembangkan model kolaborasi yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam satu ekosistem pembangunan. Konsep tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Tri Yogi mengatakan transformasi internal juga terus dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain memastikan kesejahteraan pegawai, Unusa memperluas kesempatan mahasiswa mengikuti program magang internasional sebagai bekal memasuki dunia kerja global.
Menurutnya, sejumlah mahasiswa telah mengikuti program magang di Taiwan dengan peluang kerja dan pengalaman internasional yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di masa depan.










