TVRINews, Surabaya
Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 memastikan Bali akan menjadi lokasi penyelenggaraan babak semifinal dan final turnamen pramusim tersebut. Keputusan itu diambil setelah melalui pembahasan bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta Pemerintah Kota Surabaya.
Ketua SC Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengatakan penunjukan Bali merupakan hasil kesepakatan berbagai pihak. Meski sebelumnya sempat mengusulkan Surabaya sebagai tuan rumah babak penentuan, keputusan akhir menetapkan Bali sebagai venue pertandingan.
“Saya tetapkan semifinal dan final, sesuai persetujuan Ketua Umum PSSI Pak Erick, tempatnya adalah di Bali,” kata Maruarar saat konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur.
Selain mengumumkan lokasi semifinal dan final, panitia juga memastikan adanya peningkatan hadiah bagi tim yang keluar sebagai juara. Pada edisi 2026, hadiah utama naik menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya Rp6 miliar.
Menurut Maruarar, kenaikan hadiah tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh peserta untuk menampilkan persaingan yang lebih kompetitif sepanjang turnamen.
“Hadiah juara Piala Presiden 2026 naik dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar. Jadi, semangat untuk semua klub,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku menghormati keputusan panitia yang memilih Bali sebagai tuan rumah babak semifinal dan final. Ia menilai penyelenggaraan Piala Presiden selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat, terlihat dari tingginya minat penonton terhadap pertandingan.
Eri berharap Surabaya dapat dipercaya menjadi tuan rumah fase akhir turnamen pada penyelenggaraan berikutnya.
“Insya Allah, ketika ada Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya,” katanya.
Menurut Eri, Piala Presiden tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga semangat serta menghargai perjalanan dan kontribusi tokoh-tokoh sepak bola nasional dalam membangun olahraga tersebut di Indonesia.









