TVRINews, Sidoarjo
Setiap anak membutuhkan ruang untuk mencoba, berekspresi, dan mengenali potensi dirinya. Semangat inilah yang dihadirkan Play On Anak Krian Edisi 3 bertema "Kenali Potensimu, Tumbuhkan Bakatmu", Minggu 11 Oktober 2026.
Diinisiasi bersama Jelajah Selindu dan Takmir Masjid Manarul Iman Krian, kegiatan ini menghadirkan lima ruang eksplorasi: Creative Corner, Story & Speaking, Nature & Green, Problem Solver, dan Performance. Melalui aktivitas bermain, berkarya, bercerita, dan berkolaborasi, anak-anak mendapat kesempatan mencoba pengalaman baru di luar rutinitas belajar formal.
Kegiatan ini juga berangkat dari kepedulian terhadap kebiasaan anak yang semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Melalui interaksi langsung dan aktivitas edukatif, Play On Anak Krian berupaya menghadirkan alternatif kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas, simpati, empati, dan kemampuan bersosialisasi.

Fatimahtush Lembayun Sadiah, yang akrab disapa Bunda Ayun, mengungkapkan bahwa tantangan tersendiri bagi panitia adalah mengajak anak-anak datang pada Minggu pagi. Ketika sebagian anak masih menikmati waktu libur dengan tidur lebih lama, panitia berinisiatif mendatangi rumah mereka, bahkan membangunkan dengan penuh kasih sayang dan membujuk mereka agar bersedia mengikuti kegiatan.
"Karena mereka generasi masa depan penerus bangsa, siapa lagi kalau bukan kita yang peduli akan pendidikan dan tumbuh kembang mereka, selain kita yang memang peduli dengan dunia sosial dan literasi," ungkap Bunda Ayun, dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
Ia berharap Play On Anak Krian dapat diselenggarakan secara rutin, menjangkau lebih banyak peserta, dan dipublikasikan secara lebih luas agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan.
Bagi Inka Santosa, orang tua Qisha, kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak untuk menemukan minatnya tanpa merasa terbebani.
"Anak-anak bisa belajar sambil bermain, ketemu teman baru, dan mencoba hal baru tanpa merasa terbebani," tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan melalui aktivitas seni, literasi, eksperimen, dan eksplorasi alam.
Pengalaman berharga juga dirasakan Qisha Mutiara Syafia, pengisi sesi Public Speaking dan Cerita. Baginya, melihat anak-anak tertawa dan tersenyum bahagia menjadi pengalaman paling berkesan sekaligus motivasi untuk terus berbagi.
"Banyak yang saya buat tertawa dan tersenyum gembira, dan itu motivasi besar bagi saya," ungkapnya.
Ia berpesan agar anak-anak tidak menyerah ketika merasa gugup atau kurang percaya diri, karena setiap orang tetap bisa membawa kebahagiaan bagi sesama.
"Jangan menyerah dan sebarkan senyuman ke orang lain meskipun itu terlihat susah," pesannya.
Sementara itu, Khayra Drey Shaazia Hidayatullah, pengisi sesi Performance, menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dan menunjukkan kemampuan diri.
"Jangan takut mencoba dan teruslah percaya pada kemampuan diri sendiri," imbuhnya kepada anak-anak.
Reyni, salah satu orang tua peserta, menilai anak membutuhkan ruang untuk bersosialisasi, mengeksplorasi diri, dan mengaktualisasikan potensinya. Adapun Kholidiyah Budiasri Azmah, orang tua Ardhani Hafizh Cahya Pradipta, mengingatkan bahwa perubahan anak membutuhkan proses berkelanjutan, koordinasi pendamping yang baik, serta kesempatan bagi setiap anak untuk berpartisipasi dan tampil secara individu.
Berbagai pandangan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan anak tidak cukup diukur dari kemeriahan acara. Kualitas pendampingan, kesempatan bereksplorasi, dan keberlanjutan program turut menentukan manfaat yang diperoleh anak.
Play On Anak Krian diharapkan berkembang menjadi ruang tumbuh yang konsisten, tempat anak belajar mengenali minat, mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Kini, saatnya kita berhenti bertanya, "Anak ini bisa apa?" dan mulai bertanya, "Ruang apa yang sudah kita sediakan agar anak berani mencoba dan menemukan kemampuannya?"
Orang tua memberi kepercayaan, sekolah membuka kesempatan, komunitas bergerak bersama, dan pemerintah memperkuat dukungan. Sebab, masa depan anak tidak tumbuh dari nasihat semata, tetapi dari kesempatan yang benar-benar kita hadirkan hari ini.
Play On Anak Krian adalah langkah awal. Mari lanjutkan gerakannya, dampingi prosesnya, dan tumbuhkan potensi setiap anak menjadi kekuatan bagi masa depan Krian.










