TVRINews, Sidoarjo
Upaya mencetak wirausaha baru dan mendorong pelaku industri kecil naik kelas terus dilakukan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) yang digelar Kementerian Perindustrian atas inisiasi DPR RI.
Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendorong peserta mengakses permodalan serta mempercepat proses legalitas usaha.
Kapoksi Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem wirausaha, baik bagi pelaku usaha pemula maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Bimtek digelar dalam dua sesi dengan total sekitar 520 peserta.
“Saya apresiasi Kementerian Perindustrian dan terima kasih kepada Dinas Perindustrian Sidoarjo yang ikut mendampingi kegiatan Bimtek ini. Harapannya muncul wirausaha-wirausaha baru maupun wirausaha yang naik kelas,” kata BHS, Jumat, 11 September 2026.
Menurut BHS, peluang pengembangan usaha semakin terbuka dengan dukungan kebijakan pemerintah terhadap UMKM, termasuk pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia juga menyebut dukungan pembiayaan dari BPR Delta Artha dengan bunga yang relatif rendah dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha di Sidoarjo.
“Ini penting disampaikan kepada publik dan masyarakat Sidoarjo bahwa tersedia permodalan yang luar biasa. Perizinan juga dipermudah, NIB di Sidoarjo gratis tanpa bayar dan dipercepat agar usaha-usaha baru bisa muncul dengan cepat,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan program pengembangan wirausaha tersebut diharapkan dapat memperkuat basis pelaku UMKM di Sidoarjo. Selain mendorong lahirnya pengusaha baru, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja.
“Bukan mencari kerja, tetapi mengembangkan pekerjaan untuk dirinya maupun orang di sekitarnya,” kata Eni.
Direktur IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI Afrizal Haris mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mencetak pengusaha yang mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memulai dan mengembangkan usaha.
“Kita ingin mencetak pengusaha. Harapan kami dari apa yang dilakukan selama empat hari ini, benar-benar ada yang menjadi pengusaha di Kabupaten Sidoarjo,” kata Afrizal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan dalam empat bidang, yakni pengolahan hasil laut, sablon, teknisi AC, serta pengelasan atau welding.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas basis pelaku industri kecil di Sidoarjo. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mereka memulai usaha, mempertahankan bisnis, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan skala usaha.










