TVRINews, Surabaya
Memanfaatkan kekayaan alam di sekitar lingkungan sekolah, siswa dan guru SMA Negeri 20 Surabaya mengembangkan kreativitas melalui program ecoprint. Diluncurkan sejak 2020, kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan sekolah yang memadukan keterampilan, inovasi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui teknik ecoprint, dedaunan dan berbagai bahan alami diolah menjadi motif unik pada kain. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk tekstil yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa tentang pemanfaatan sumber daya alam.
Suasana kebersamaan terlihat ketika para siswa dan guru bekerja sama dalam proses pembuatan ecoprint. Mereka menyusun daun di atas kain untuk menghasilkan motif alami yang memiliki karakter tersendiri.

Ecoprint berasal dari kata eco yang berkaitan dengan ekosistem atau lingkungan dan print yang berarti cetak. Teknik ini memanfaatkan bentuk serta pigmen alami dari daun dan bagian tumbuhan lainnya untuk menciptakan motif pada permukaan kain.
Dalam proses pembuatannya, daun disusun di atas kain, kemudian pigmen alaminya dipindahkan melalui teknik tertentu. Bahan pendukung, seperti tawas dan garam, dapat digunakan sesuai kebutuhan proses pewarnaan.
Berbeda dengan batik yang menggunakan canting atau cap untuk membentuk motif, ecoprint memanfaatkan bentuk alami tumbuhan. Hasilnya, setiap kain memiliki corak yang khas dan tidak selalu sama antara satu karya dengan karya lainnya.
Menghasilkan Beragam Produk Kreatif
Koordinator Produksi Ecoprint SMAN 20 Surabaya, Shella, menjelaskan bahwa kegiatan ecoprint menjadi bagian dari program sekolah yang terus dikembangkan melalui keterlibatan siswa dan guru.
Kebersamaan dalam proses produksi menjadi salah satu hal penting. Para peserta tidak hanya belajar membuat motif, tetapi juga mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Berlokasi di kawasan Medokan Semampir, Surabaya, SMAN 20 telah menghasilkan berbagai produk berbahan kain ecoprint. Produk tersebut meliputi seragam sekolah, kebaya, selendang, sepatu, hingga tas.
Beragam hasil karya ini menunjukkan bahwa bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Proses pembuatannya sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi ide dan menciptakan motif sesuai kreativitas masing-masing.
Bagi para siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Mereka dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan, mulai dari memilih bahan alami hingga menghasilkan produk akhir.
Siswi SMAN 20 Surabaya, Yasmin Leonata, menjadi salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ecoprint bersama teman-temannya. Melalui kegiatan tersebut, siswa berkesempatan mengembangkan kreativitas sekaligus belajar menghargai potensi alam di sekitar mereka.
Didorong Menjadi Inspirasi bagi Sekolah Lain
Kepala SMAN 20 Surabaya, Yuni Bintarawati, mendukung pengembangan ecoprint sebagai salah satu bentuk kreativitas dan inovasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, baik di Kota Surabaya maupun di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dukungan sekolah diberikan agar siswa dan guru semakin bersemangat dalam berkarya, menjaga kekompakan, serta melahirkan inovasi baru. Dengan demikian, ecoprint tidak hanya menjadi kegiatan keterampilan, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan potensi dan kreativitas warga sekolah.
Selain menghasilkan produk tekstil, program ini turut memperkenalkan beragam jenis tumbuhan kepada siswa. Mereka diajak memahami bahwa tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar memiliki manfaat yang dapat dikembangkan secara kreatif.
"Tantangan dalam inovasi Ecoprint adalah pengenalan kepada siswa terkait dengan bahan, karena bahan yang dipakai adalah bahan alami seperti daun daunan kayu yang menghasilkan getah lebih banyak dan mengeluarkan warna yang berbeda. Kemudian Cuaca dan Musim, karena tidak semua daun daunan tumbuh disaat musim atau cuaca tertentu. lalu Menumbuhkan semangat siswa, karena untuk berinovasi Ecoprint membutuhkan ketelatenan," ujar Yuni.
Melalui ecoprint, SMAN 20 Surabaya menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam secara langsung. Perpaduan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian lingkungan menjadi modal untuk terus menghasilkan karya yang bermanfaat.
Program yang dikembangkan sejak 2020 ini diharapkan terus melahirkan inovasi baru sekaligus menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan alam dan budaya kreatif Nusantara.










