TVRINews, Surabaya
Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya menggaransi mutu dan kualitas makanan bagi penerima manfaat tetap terjaga, meski Badan Gizi Nasional (BGN) merubah skema insentif operasional dari flat Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi makanan.
Salah satu pengelola Dapur MBG di Surabaya, Yayuk Eko Agustin, menegaskan bahwa penyesuaian skema biaya operasional tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami memastikan perubahan ini tidka menjadi kendala dalam pelayanan SPPG. Bahkan penurunan ini jangan sampai menurunkan kualitas makanan yang kita produksi setiap hari,“ ucap Yayuk pada Selasa 13 Oktober 2026.

Yayuk menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah terbiasa mengelola dapur dengan besaran biaya yang bervariasi. Bahkan, biaya operasional per porsi yang pernah ditanggung sebelumnya berkisar antara Rp2.500 hingga Rp3.000.
Guna memastikan mutu makanan tidak berkurang akibat perubahan skema biaya operasional, pihak mitra rutin melakukan pengawasan langsung ke dapur sejak dini hari, mulai pukul 02.00 hingga 04.00 WIB.
Selain pengawasan dari pihak mitra, pengelola juga menunjuk koki (chef) pengawas khusus untuk mengawal setiap tahapan pengolahan dan penyediaan makanan agar mutu menu hidangan yang sampai ke penerima manfaat program MBG tetap sesuai standar gizi.










